Kamis, 28 Juli 2011
konfirmasi
teman-teman, cerita-cerita motivasi di blog ini sebagian besar saya dapat dari beberapa website. tapi saya lupa websitenya apa, jadi ada yang tidak saya cantumkan. mohon maaf yaa buat yang merasa ceritanya saya copy-paste, tidak ada maksud tidak menghargai, hanya karena saya lupa saja. sekali lagi maaf. gomen.
Rabu, 27 Juli 2011
Arti Setangkai Bunga Untuk Seseorang
Berikut beberapa bunga yang dengan arti:
Bunga anyelir Penuh pesona
Bunga krisan Persahabatan
Bunga aster Cinta yang setia
Bunga kaca piring Cinta terpendam
Bunga bungur Keindahan
Bunga anggrek Cinta dan keindahan
Bunga mawar "Saya tak bisa hidup tanpamu"
Bunga mawar (sedikit duri) Cinta pandangan pertama
Bunga tulip Cinta yang sempurna
Bunga violet Kebajikan
Bunga anyelir Penuh pesona
Bunga krisan Persahabatan
Bunga aster Cinta yang setia
Bunga kaca piring Cinta terpendam
Bunga bungur Keindahan
Bunga anggrek Cinta dan keindahan
Bunga mawar "Saya tak bisa hidup tanpamu"
Bunga mawar (sedikit duri) Cinta pandangan pertama
Bunga tulip Cinta yang sempurna
Bunga violet Kebajikan
Bersyukur Atas Segala Milikmu
Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga.
Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, " Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima".
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.
Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya". Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun.
"Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu.
"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku.
"Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas.
"Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan "terima kasih".
"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?", tanyaku.
"Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata : Terima kasih, Tuhan. Dan berbuatlah kebajikan bagi sesamamu serta jauhilah kejahatan".
"Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri", tanyaku.
Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.
"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.
"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.
Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ...
engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup
hingga hari ini.
"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat .... Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".
"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.
"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima rahmat ganda, yaitu bahwa
seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali".
Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu.
Selamat menjalani hidup baru dengan penuh Rahmat Tuhan......!
Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, " Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima".
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.
Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya". Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun.
"Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu.
"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku.
"Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas.
"Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan "terima kasih".
"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?", tanyaku.
"Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata : Terima kasih, Tuhan. Dan berbuatlah kebajikan bagi sesamamu serta jauhilah kejahatan".
"Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri", tanyaku.
Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.
"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.
"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.
Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ...
engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup
hingga hari ini.
"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat .... Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".
"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.
"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima rahmat ganda, yaitu bahwa
seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali".
Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu.
Selamat menjalani hidup baru dengan penuh Rahmat Tuhan......!
Mendengarkan Cinta
Manusia memang makhluk rumit. Dan suka aneh sendiri. Hal-hal yang pingin kita omongin,
atau yang harus kita bilang, justru malah nggak pernah kita ungkap.
Parahnya lagi, kita terbiasa pake simbol-simbol atau kata-kata lain buat nunjukin arti sebenernya. ,
seringnya maksud kita itu jadi nggak terkomunikasikan dan bikin orang lain ngerasa bete,
nggak disayang, nggak dihargai.
Iya sih, ada saat-saat kita ngerasa nggak nyaman mengekspresikan cinta yang kita rasa. Karena takut mempermalukan orang lain, atau diri kita sendiri, kita ragu buat bilang, "I love you". Jadinya, kita menyampaikan perasaan itu lewat kata-kata yang lain; "jaga diri baik-baik", "belajar yang bener","hati-hati di jalan", "jangan ngebut", "jangan lupa makan".
Tapi sebenernya, itu cuma opsi-opsi lain dari perkataan yang sesungguhnya; "saya sayang kamu", "saya peduli sama kamu", "kamu sangat berarti buat saya", "saya nggak mau kamu terluka".
So, nggak ada salahnya kita coba MENDENGARKAN CINTA lewat kalimat-kalimat yang dikatakan orang lain. Ungkapan eksplisit itu penting, tapi bagaimana kita mengungkapkannya bisa jadi jauh lebih penting. Setiap pelukan bermakna cinta meski kata-kata yang keluar sangat berbeda. Setiap perhatian yang diberikan orang lain menyimpan cinta walau bentuknya kaku, atau mungkin kasar. Yang pasti, kita harus mencari dan mendengar cinta yang ada di baliknya.
Seorang ibu bisa ngomelin anaknya karena nilai rapot atau kamar yang berantakan. Si anak mungkin hanya mendengar omelannya. Tapi kalo dia bener-bener MENDENGAR, dia bakal mendapatkan cinta di sana. Kepedulian dan cinta ibunya muncul dalam bentuk omelan. Tapi gimana pun juga, itu adalah cinta.
Seorang gadis pulang larut malam, dan akhirnya dapet kuliah gratis dari bokapnya. Gadis itu cuma nangkep kemarahan sang bokap. Tapi kalo dia mencoba untuk MENDENGARKAN CINTA, dia bakal menemukannya. "Kamu gimana sih, Papa jadi khawatir sama kamu," kata bokapnya. Tau nggak, itu sama aja dengan "Papa sayang dan peduli sama kamu. Kamu sangat berarti buat Papa" yang sayangnya, nggak tersampaikan dengan lisan.
Kita mengungkapkan cinta dalam banyak cara - hadiah ulang tahun, pesan-pesan kecil, dengan senyuman, dengan air mata. Cinta nggak hanya ada dalam kata-kata, tapi juga dalam diam. Dan seringkali kita menunjukkan cinta dengan memaafkan orang yang nggak mau mendengar cinta yang kita sampaikan.
Masalah dalam "mendengarkan cinta" adalah kesulitan dan keterbatasan kita untuk mengerti bahasa cinta yang dipakai orang lain. Yang kerap terjadi, kita jarang mendengarkan orang lain. Kita mendengar kata-kata, tapi kita nggak mempertimbangkan ekspresi atau tindakan-tindakan yang mengiringi kata-kata itu. Sering juga kita cuma bisa mendengar hal-hal negatif, penolakan, kesalahpahaman dan mengabaikan cinta yang menjadi dasarnya.
Dengerin deh, cinta-cinta yang ada di sekitar kita. Kalo kita bener-bener berusaha mendengarkan, kita bakal temui bahwa kita sebenarnya memang dicintai. Mendengarkan cinta bisa membuat kita sadar bahwa dunia ini adalah tempat yang begitu indah.
Cinta adalah anugerah.
Membuat kita tertawa.
Membuat kita bernyanyi.
Membuat kita sedih.
Membuat kita menangis.
Membuat kita bertanya "kenapa?"
Membuat kita menerima.
Membuat kita memberi.
Dan yang paling penting, membuat kita hidup.Bukanlah kehadiran atau ketidakhadiran yang penting; kita nggak perlu merasa kesepian meski kita sedang sendiri. Sendiri itu perlu, lho. Dan itu jangan sampe membuat kita jadi kesepian. Yang jadi masalah bukan berada bersama seseorang, tetapi berada untuk seseorang.
Jangan pernah ragu nyatakan cinta. Jujurlah dengan apa yang kita rasa dan katakan. Nggak ada ruginya mengekspresikan diri. Ambil kesempatan untuk mengungkapkan pada seseorang betapa pentingnya dia buat kita. Lakukan, buat perubahan, hindari penyesalan.
Satu lagi, tetaplah dekat dengan kawan dan keluarga, karena mereka udah berjasa membangun diri kita yang sekarang. Cinta memang ada untuk ditebarkan. Dan saat cinta yang kita berikan diterima, atau dibalas, itulah saat hidup menjadi penuh makna.
atau yang harus kita bilang, justru malah nggak pernah kita ungkap.
Parahnya lagi, kita terbiasa pake simbol-simbol atau kata-kata lain buat nunjukin arti sebenernya. ,
seringnya maksud kita itu jadi nggak terkomunikasikan dan bikin orang lain ngerasa bete,
nggak disayang, nggak dihargai.
Iya sih, ada saat-saat kita ngerasa nggak nyaman mengekspresikan cinta yang kita rasa. Karena takut mempermalukan orang lain, atau diri kita sendiri, kita ragu buat bilang, "I love you". Jadinya, kita menyampaikan perasaan itu lewat kata-kata yang lain; "jaga diri baik-baik", "belajar yang bener","hati-hati di jalan", "jangan ngebut", "jangan lupa makan".
Tapi sebenernya, itu cuma opsi-opsi lain dari perkataan yang sesungguhnya; "saya sayang kamu", "saya peduli sama kamu", "kamu sangat berarti buat saya", "saya nggak mau kamu terluka".
So, nggak ada salahnya kita coba MENDENGARKAN CINTA lewat kalimat-kalimat yang dikatakan orang lain. Ungkapan eksplisit itu penting, tapi bagaimana kita mengungkapkannya bisa jadi jauh lebih penting. Setiap pelukan bermakna cinta meski kata-kata yang keluar sangat berbeda. Setiap perhatian yang diberikan orang lain menyimpan cinta walau bentuknya kaku, atau mungkin kasar. Yang pasti, kita harus mencari dan mendengar cinta yang ada di baliknya.
Seorang ibu bisa ngomelin anaknya karena nilai rapot atau kamar yang berantakan. Si anak mungkin hanya mendengar omelannya. Tapi kalo dia bener-bener MENDENGAR, dia bakal mendapatkan cinta di sana. Kepedulian dan cinta ibunya muncul dalam bentuk omelan. Tapi gimana pun juga, itu adalah cinta.
Seorang gadis pulang larut malam, dan akhirnya dapet kuliah gratis dari bokapnya. Gadis itu cuma nangkep kemarahan sang bokap. Tapi kalo dia mencoba untuk MENDENGARKAN CINTA, dia bakal menemukannya. "Kamu gimana sih, Papa jadi khawatir sama kamu," kata bokapnya. Tau nggak, itu sama aja dengan "Papa sayang dan peduli sama kamu. Kamu sangat berarti buat Papa" yang sayangnya, nggak tersampaikan dengan lisan.
Kita mengungkapkan cinta dalam banyak cara - hadiah ulang tahun, pesan-pesan kecil, dengan senyuman, dengan air mata. Cinta nggak hanya ada dalam kata-kata, tapi juga dalam diam. Dan seringkali kita menunjukkan cinta dengan memaafkan orang yang nggak mau mendengar cinta yang kita sampaikan.
Masalah dalam "mendengarkan cinta" adalah kesulitan dan keterbatasan kita untuk mengerti bahasa cinta yang dipakai orang lain. Yang kerap terjadi, kita jarang mendengarkan orang lain. Kita mendengar kata-kata, tapi kita nggak mempertimbangkan ekspresi atau tindakan-tindakan yang mengiringi kata-kata itu. Sering juga kita cuma bisa mendengar hal-hal negatif, penolakan, kesalahpahaman dan mengabaikan cinta yang menjadi dasarnya.
Dengerin deh, cinta-cinta yang ada di sekitar kita. Kalo kita bener-bener berusaha mendengarkan, kita bakal temui bahwa kita sebenarnya memang dicintai. Mendengarkan cinta bisa membuat kita sadar bahwa dunia ini adalah tempat yang begitu indah.
Cinta adalah anugerah.
Membuat kita tertawa.
Membuat kita bernyanyi.
Membuat kita sedih.
Membuat kita menangis.
Membuat kita bertanya "kenapa?"
Membuat kita menerima.
Membuat kita memberi.
Dan yang paling penting, membuat kita hidup.Bukanlah kehadiran atau ketidakhadiran yang penting; kita nggak perlu merasa kesepian meski kita sedang sendiri. Sendiri itu perlu, lho. Dan itu jangan sampe membuat kita jadi kesepian. Yang jadi masalah bukan berada bersama seseorang, tetapi berada untuk seseorang.
Jangan pernah ragu nyatakan cinta. Jujurlah dengan apa yang kita rasa dan katakan. Nggak ada ruginya mengekspresikan diri. Ambil kesempatan untuk mengungkapkan pada seseorang betapa pentingnya dia buat kita. Lakukan, buat perubahan, hindari penyesalan.
Satu lagi, tetaplah dekat dengan kawan dan keluarga, karena mereka udah berjasa membangun diri kita yang sekarang. Cinta memang ada untuk ditebarkan. Dan saat cinta yang kita berikan diterima, atau dibalas, itulah saat hidup menjadi penuh makna.
Aku Meminta, Tuhan Menjawab
Aku meminta kepada Tuhan untk menyingkirkan penderitaanku.
Tuhan menjawab tidak.
itu bukan untuk Ku singkirkan, tetapi agar engkau mengalahkanya.
Aku meminta kepada Tuhan untuk menghadiahkanku kesabaran.
Tuhan menjawab tidak.
kesabaran adalah hasil dari kesulitan, itu tidak di hadiahkan,itu di pelajari.
Aku meminta kepada Tuhan untuk memberiku kebahagiaan.
Tuhan menjawab tidak.
Aku memberimu berkat.kebahagiaan adalah tergantung padamu.
Aku meminta kepda Tuhan untuk menjauhkan penderitaan.
Tuhan menjawab tidak.
penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu mendekat kepadaKu.
Aku meminta kepada Tuhan untuk menumbuhkan Rohku.
Tuhan menjawab tidak.
Kau harus menumbukannya sendiri,tetapi Aku akan memangkas untuk membuatmu berbuah.
Aku meminta kepada Tuhan segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup.
Tuhan menjawab tidak.
Aku akan memberimu hidup sehingga kau dapat menikmati segala hal.
Aku meminta kepada TUhan membantuku mengasihi org lain seperti Ia mengasihiku.
TUHAN MENJAWAB,AaaH ANAKKU
AKHIRNYA KAU MENGERTI.
Tuhan menjawab tidak.
itu bukan untuk Ku singkirkan, tetapi agar engkau mengalahkanya.
Aku meminta kepada Tuhan untuk menghadiahkanku kesabaran.
Tuhan menjawab tidak.
kesabaran adalah hasil dari kesulitan, itu tidak di hadiahkan,itu di pelajari.
Aku meminta kepada Tuhan untuk memberiku kebahagiaan.
Tuhan menjawab tidak.
Aku memberimu berkat.kebahagiaan adalah tergantung padamu.
Aku meminta kepda Tuhan untuk menjauhkan penderitaan.
Tuhan menjawab tidak.
penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu mendekat kepadaKu.
Aku meminta kepada Tuhan untuk menumbuhkan Rohku.
Tuhan menjawab tidak.
Kau harus menumbukannya sendiri,tetapi Aku akan memangkas untuk membuatmu berbuah.
Aku meminta kepada Tuhan segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup.
Tuhan menjawab tidak.
Aku akan memberimu hidup sehingga kau dapat menikmati segala hal.
Aku meminta kepada TUhan membantuku mengasihi org lain seperti Ia mengasihiku.
TUHAN MENJAWAB,AaaH ANAKKU
AKHIRNYA KAU MENGERTI.
Bagian Terpenting Dari Tubuhmu
Ibuku selalu bertanya padaku, apa bagian tubuh yang paling penting.
Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu." Tapi, ternyata itu bukan jawabannya.
"Bukan itu, Nak. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakan lagi nanti."
Beberapa tahun kemudian, aku mencoba menjawab, sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya. "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita."
Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta."
Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, "Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, Anakku."
Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.
Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?"
Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku. Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar "hidup".
Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus mendapat pelajaran yang sangat penting." Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu."
Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?"
Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."
Akhirnya, aku tahu.
Bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri.
Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain.
Orang akan melupakan apa yang kamu katakan.
Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan.
Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.
Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu." Tapi, ternyata itu bukan jawabannya.
"Bukan itu, Nak. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakan lagi nanti."
Beberapa tahun kemudian, aku mencoba menjawab, sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya. "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita."
Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta."
Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, "Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, Anakku."
Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.
Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?"
Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku. Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar "hidup".
Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus mendapat pelajaran yang sangat penting." Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu."
Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?"
Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."
Akhirnya, aku tahu.
Bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri.
Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain.
Orang akan melupakan apa yang kamu katakan.
Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan.
Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.
Membeli Kebahagian
Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
"Kok, belum tidur?", sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa?"
"Lho tumben, kok nanya gaji Papa? Mau minta uang lagi, ya?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja", ucap Sarah singkat.
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo?"
Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya, "Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew.
Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp.5.000,- enggak?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam
begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah."
"Tapi Papa.............."
Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur!!!" hardiknya mengejutkan Sarah.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew.
"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini"
"lya, iya, tapi buat apa?" tanya Andrew lembut.
"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp.40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi uang tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.
Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru sambil meneteskan air mata. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk membeli kebahagiaan anaknya.
"Kok, belum tidur?", sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa?"
"Lho tumben, kok nanya gaji Papa? Mau minta uang lagi, ya?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja", ucap Sarah singkat.
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo?"
Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya, "Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew.
Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp.5.000,- enggak?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam
begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah."
"Tapi Papa.............."
Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur!!!" hardiknya mengejutkan Sarah.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew.
"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini"
"lya, iya, tapi buat apa?" tanya Andrew lembut.
"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp.40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi uang tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.
Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru sambil meneteskan air mata. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk membeli kebahagiaan anaknya.
Berdoa
Ketika Brucler Bruno pada suatu malam sedang berdoa
Ia diganggu oleh koak seekor katak raksasa.
Semua usahanya untuk mengabaikan suara itu tidak berhasil, maka ia berteriak dari jendela:
"Diam! Aku sedang berdoa."
Brucler Bruno itu seorang Santo, maka perintahnya segera dipatuhi. setiap makhluk hidup menahan suaranya untuk menciptakan suasana diam yang menguntungkan bagi doa.
Tetapi kini suara lain mengganggu ibadat sang Brucler
suara dari dalam, yang berkata: "Mungkin Tuhan sama senangnya dengan koakan katak tadi daripada nyanyian mazmur-mazmur" "Apa yang dapat berkenan pada Tuhan dari teriakan katak?" Itu tanggapan Bruno menghina. Tetapi suara mendesak, tidak mau diam: "Mengapa kamu berpikir bahwa Tuhan menemukan suara?"
Bruno memutuskan mau menemukan apa sebabnya.
Ia mengeluarkan tubuhnya dari jendela dan memerintahkan: "Nyanyi!" Katak raksasa mengoak berirama memenuhi alam, diiringi oleh suara main-main katak-katak di sekitarnya.
Dan ketika Bruno mendengarkan suara itu dengan penuh perhatian, koakan katak tidak lagi mengganggu, karena ia menemukan bahwa kalau ia berhenti menolak suara-suara itu, nyatanya suara-suara itu memperkaya keheningan malam.
Dengan penemuan itu, hati Bruno menjadi selaras dengan alam semesta; untuk pertama kali dalam hidupnya ia mengerti apa itu artinya BERDOA....
Ia diganggu oleh koak seekor katak raksasa.
Semua usahanya untuk mengabaikan suara itu tidak berhasil, maka ia berteriak dari jendela:
"Diam! Aku sedang berdoa."
Brucler Bruno itu seorang Santo, maka perintahnya segera dipatuhi. setiap makhluk hidup menahan suaranya untuk menciptakan suasana diam yang menguntungkan bagi doa.
Tetapi kini suara lain mengganggu ibadat sang Brucler
suara dari dalam, yang berkata: "Mungkin Tuhan sama senangnya dengan koakan katak tadi daripada nyanyian mazmur-mazmur" "Apa yang dapat berkenan pada Tuhan dari teriakan katak?" Itu tanggapan Bruno menghina. Tetapi suara mendesak, tidak mau diam: "Mengapa kamu berpikir bahwa Tuhan menemukan suara?"
Bruno memutuskan mau menemukan apa sebabnya.
Ia mengeluarkan tubuhnya dari jendela dan memerintahkan: "Nyanyi!" Katak raksasa mengoak berirama memenuhi alam, diiringi oleh suara main-main katak-katak di sekitarnya.
Dan ketika Bruno mendengarkan suara itu dengan penuh perhatian, koakan katak tidak lagi mengganggu, karena ia menemukan bahwa kalau ia berhenti menolak suara-suara itu, nyatanya suara-suara itu memperkaya keheningan malam.
Dengan penemuan itu, hati Bruno menjadi selaras dengan alam semesta; untuk pertama kali dalam hidupnya ia mengerti apa itu artinya BERDOA....
Tuhan Ada atau Tidak
Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya.
Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah
terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan,
dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si tukang cukur bilang, "Saya tidak percaya Tuhan itu ada".
"Kenapa kamu berkata begitu . . . . . . ???" timpal si konsumen.
"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.
Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada,
Adakah yang sakit . . . . . ??, Adakah anak terlantar . . . . . . ??
Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.
Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada
orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar
(mlungker-mlungker- istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur.
Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, "Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."
Si tukang cukur tidak terima, "Kamu kok bisa bilang begitu . . . . . . .??".
"Saya di sini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"
"Tidak!", elak si konsumen. "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang
dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana ", si konsumen menambahkan.
"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur.
" Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka
tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.
"Cocok!" kata si konsumen menyetujui. "Itulah point utama-nya!.
Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA!
Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."
Si tukang cukur terbengong!! !
Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah
terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan,
dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si tukang cukur bilang, "Saya tidak percaya Tuhan itu ada".
"Kenapa kamu berkata begitu . . . . . . ???" timpal si konsumen.
"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.
Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada,
Adakah yang sakit . . . . . ??, Adakah anak terlantar . . . . . . ??
Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.
Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada
orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar
(mlungker-mlungker- istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur.
Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, "Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."
Si tukang cukur tidak terima, "Kamu kok bisa bilang begitu . . . . . . .??".
"Saya di sini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"
"Tidak!", elak si konsumen. "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang
dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana ", si konsumen menambahkan.
"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur.
" Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka
tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.
"Cocok!" kata si konsumen menyetujui. "Itulah point utama-nya!.
Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA!
Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."
Si tukang cukur terbengong!! !
secangkir kopi
Dengan perlahan-lahan lelaki itu memandang ke atas.
Tampak olehnya seorang wanita yang pasti biasa hidup mewah.
Mantel bulunya tampak baru.
Kelihatan dia seperti seorang yang tidak pernah kelaparan
seumur hidupnya.
Sekilas pada benaknya dia terpikir bahwa tentu wanita itu
akan mengolok-olok kepadanya seperti yang sering
dilakukan banyak mereka sebelumnya.
“Tinggalkan aku sendirian,” gumamnya dengan marah…
Tapi dia merasa heran karena wanita itu tetap berdiri disitu.
Dia tersenyum – sehingga sebaris giginya yang putih rata
tampak berkilauan.
”Apakah anda lapar?” dia bertanya.
“Tidak,” jawabnya dengan penuh ejekan.
”Saya baru saja selesai makan malam dengan President
USA ... Nah, pergilah kesana.”
Tiba-tiba orang itu merasa tangan yang lemah lembut
mencoba mengangkatnya untuk berdiri.
“Nyonya, apa yang kau lakukan?” orang itu bertanya
dengan marah.
”Aku sudah bilang, biarkan aku sendirian.”
Pada saat itu seorang polisi mendekati.
“Ada masalah apa, nyonya?” dia bertanya..
Tidak ada masalah sama sekali, pak,” jawab perempuan itu.
“Saya hanya berusaha mengangkat orang ini berdiri pada
kakinya. Bolehkah anda menolong saya?”
Polisi itu menggaruk-garuk kepalanya..
“Itu adalah si Jack tua. Dia sudah beberapa tahun lamanya
bergelandangan disini. Anda mau bikin apa kepadanya?”
“Anda lihat cafeteria itu disana?” dia bertanya.
”Saya mau memberikan makanan kepadanya dan membawa
dia menghindar dari hawa yang dingin ini untuk sebentar.”
“Apakah anda sudah gila, nyonya?” lelaki gelandangan
itu menolak tanpa bergeming.
“Aku tidak mau pergi kesana!”
Pada saat itu merasakan tangan-tangan yang kuat
memegang lengannya yang sebelah lagi dan mengangkat
dia berdiri pada kakinya.
”Biarkan aku pergi, pak polisi. Aku tidak berbuat salah apa pun..”
“Ini adalah perbuatan baik untukmu, Jack,” jawab polisi itu.
“Jangan sia-siakan itu, kawan.”
Akhirnya dan dengan susah payah, wanita dan polisi itu
berhasil membawa Jack ke dalam cafetaria dan mendudukkan
dia di samping meja yang berada di sudut.
Hari sudah mulai larut, jadi kebanyakan orang yang makan
sudah pergi .
Manager cafeteria itu berjalan mendekati dan berdiri
di samping meja itu.
”Ada apa ini, pak polisi?” dia bertanya..
“Apa artinya ini, apakah orang ini membuat masalah?”
Nyonya ini telah membawa orang ini untuk diberikan
makan di sini,” jawab polisi itu.
”Tidak di tempat ini!” jawab manager itu dengan marah.
”Membiarkan orang seperti ini berada disini akan
membawa malapetaka untuk dagangan kami.”
Jack tua tersenyum menyeringai dengan giginya yang ompong.
“Kau lihat itu, nyonya. Saya kan sudah katakan.
Nah, sekarang biarkanlah aku bergi. Saya memang dari
semula tidak mau datang kemari.
Wanita itu berpaling kepada manager cafeteria itu
sambil tersenyum.
“Pak, kenalkah anda kepada Eddy and Associates,
perusahaan perbankan yang ada di sudut jalan itu?”
“Tentu saja aku kenal mereka, setiap minggu mereka
mengadakan pertemuan rutin mereka di salah satu ruangan
pesta VIP ku untuk santap malam.
“Dan anda mendapat keuntungan yang lumayan
menyediakan makanan untuk pertemuan mingguan ini?”
Apakah urusanmu dengan hal itu?”
”Saya, Pak, adalah Penelope Eddy, President dan CEO
dari perusahaan itu.”
"Ooh "
Wanita itu tersenyum lagi..
”Saya memang berpikir bahwa itu mungkin bisa
membuat perubahan dalam sikap anda.”
Dia melirik kepada polisi yang sedang berusaha
menyembunyikan tertawanya.
“Pak polisi, apakah anda mau ikut serta dengan kami
menikmati secangkir kopi dan sarapan?"
“Oh, tidak, terima kasih, nyonya,” jawab polisi itu.
“Saya sedang dalam tugas.”
“Nah, kalau begitu, mungkin secangkir kopi untuk anda
bawa pergi?”
“Baiklah, nyonya.. Itu sangat baik, terima kasih.”
Manager cafeteria itu langsung berbalik dan berkata..
”Saya akan mengambil kopinya untuk anda, pak polisi.”
Polisi itu memandang manager itu berjalan pergi..
”Anda sudah menyadarkan dia akan posisinya dengan
baik,” katanya.
Itu bukanlah tujuan saya sebenarnya… Tapi anda percaya
atau tidak saya mempunyai alasan untuk melakukan semua ini.”
Dia duduk di pinggir meja di seberang tamunya yang
melongo keheranan.
Tamunya itu sekarang menerawang mukanya dengan
penuh perhatian.
"Jack, apakah anda masih ingat kepada saya?”
Si Jack tua memandang wajah wanita itu dengan matanya
yang mulai lamur dan berkaca-kaca dengan linangan air mata.
“Saya rasa begitu – maksud saya, wajah anda memang
kelihatan saya kenal.”
“Mungkin aku sekarang kelihatan lebih tua,” dia berkata.
“Mungkin usiaku sudah lebih dari dua kali lipat sejak
masa mudaku ketika engkau bekerja di sini, dan aku
berjalan masuk melalui pintu, sedang kedinginan dan lapar.”
“Bagaimana, nyonya?” polisi itu bertanya keheranan.
Dia tidak bisa percaya bahwa seorang wanita yang
begitu cemerlang tampangnya pernah mengalami lapar...
“Saya baru saja tamat dari Perguruan Tinggi,” wanita itu
memulai kisahnya.
“Saya sudah datang ke kota ini untuk mencari pekerjaan,
tapi tidak berhasil mendapatkan pekerjaan apa pun.
Akhirnya uangku sisa beberapa sen saja, dan saya telah
diusir dari apartemenku. .. Saya berjalan ke sana
ke mari gelandangan di jalan untuk beberapa hari.
Saat itu bulan Februari dan saya sedang sangat kedinginan
dan hampir mati kelaparan. Saya melihat tempat ini dan
berjalan masuk dengan harapan mudah-mudahan bisa
memperoleh sesuatu yang dapat kumakan.”
Si Jack mulai tersenyum wajahnya.
“Sekarang saya ingat,” dia berkata.
“Saya waktu itu berdiri di balik meja sana sedang melayani
langganan. Anda mendekati saya dan bertanya kalau anda
bisa melakukan apa saja dengan upah sesuatu untuk dimakan.
Saya berkata bahwa itu adalah melawan peraturan dari
perusahaan ini.
“Saya tahu,” wanita itu melanjutkan.
“Kemudian anda membuatkan saya sandwich roast beef
yang paling besar yang pernah saya lihat seumur hidup,
dan memberikan saya secangkir kopi, dan menyuruh saya
untuk pergi duduk di satu sudut cafeteria ini dan
menikmatinya. Saya takut waktu itu anda akan
mengalami kesusahan karena saya. Kemudian saya melihat
anda memasukkan uang dan mencetak harga makanan saya itu
di mesin hitung, dan saya tahu bahwa semuanya beres.
Jadi anda memulaikan perusahaan anda sendiri?” kata si
Jack tua..
Saya mendapat pekerjaan pada sore hari itu juga.
Saya mulai bekerja dari bawah dan makin meningkat.
Akhirnya saya bs mempunyai perusahaan saya sendiri,
dan dengan pertolongan Tuhan, saya berhasil..”
Dia membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah kartu nama.
“Sehabis anda makan, saya mau anda pergi menemui
Mr.Lyons. Dia adalah direktur personil dari perusahaan saya.
Saya akan berbicara dengan dia sekarang, dan saya merasa
pasti bahwa dia akan menemukan suatu pekerjaan yang
anda dapat lakukan di kantor.”
Dia tersenyum.
“Saya pikir dia juga akan memberikan kepada anda sedikit
uang panjar supaya anda bisa membeli pakaian dan
mendapat tempat tinggal sampai anda bisa mandiri.
Kalau anda memerlukan apa saja dikemudian hari,
pintu rumah saya selalu terbuka bagi anda.
Air mata berlinang-linang diwajah orang tua itu.
”Bagaimana saya akan bisa berterima kasih secukupnya
kepada anda?” dia bertanya.
"Jangan berterima kasih kepadaku,” jawab wanita itu.
“Bagi Allah segala kemuliaan. Dialah yang telah menuntun
saya kepada anda,”
Di luar cafeteria itu, polisi dan wanita itu berdiri sekejap
di depan pintu sebelum mereka berpisah…
”Terima kasih untuk pertolongan anda, pak polisi” dia berkata.
“Sebaliknya , Ny .. Eddy,” dia menjawab.
“Terima kasih kepada anda. Saya menyaksikan sebuah
mujizat hari ini, sesuatu yang saya tidak akan pernah
melupakannya seumur hidup.. Dan terima kasih untuk
kopi itu."
Tampak olehnya seorang wanita yang pasti biasa hidup mewah.
Mantel bulunya tampak baru.
Kelihatan dia seperti seorang yang tidak pernah kelaparan
seumur hidupnya.
Sekilas pada benaknya dia terpikir bahwa tentu wanita itu
akan mengolok-olok kepadanya seperti yang sering
dilakukan banyak mereka sebelumnya.
“Tinggalkan aku sendirian,” gumamnya dengan marah…
Tapi dia merasa heran karena wanita itu tetap berdiri disitu.
Dia tersenyum – sehingga sebaris giginya yang putih rata
tampak berkilauan.
”Apakah anda lapar?” dia bertanya.
“Tidak,” jawabnya dengan penuh ejekan.
”Saya baru saja selesai makan malam dengan President
USA ... Nah, pergilah kesana.”
Tiba-tiba orang itu merasa tangan yang lemah lembut
mencoba mengangkatnya untuk berdiri.
“Nyonya, apa yang kau lakukan?” orang itu bertanya
dengan marah.
”Aku sudah bilang, biarkan aku sendirian.”
Pada saat itu seorang polisi mendekati.
“Ada masalah apa, nyonya?” dia bertanya..
Tidak ada masalah sama sekali, pak,” jawab perempuan itu.
“Saya hanya berusaha mengangkat orang ini berdiri pada
kakinya. Bolehkah anda menolong saya?”
Polisi itu menggaruk-garuk kepalanya..
“Itu adalah si Jack tua. Dia sudah beberapa tahun lamanya
bergelandangan disini. Anda mau bikin apa kepadanya?”
“Anda lihat cafeteria itu disana?” dia bertanya.
”Saya mau memberikan makanan kepadanya dan membawa
dia menghindar dari hawa yang dingin ini untuk sebentar.”
“Apakah anda sudah gila, nyonya?” lelaki gelandangan
itu menolak tanpa bergeming.
“Aku tidak mau pergi kesana!”
Pada saat itu merasakan tangan-tangan yang kuat
memegang lengannya yang sebelah lagi dan mengangkat
dia berdiri pada kakinya.
”Biarkan aku pergi, pak polisi. Aku tidak berbuat salah apa pun..”
“Ini adalah perbuatan baik untukmu, Jack,” jawab polisi itu.
“Jangan sia-siakan itu, kawan.”
Akhirnya dan dengan susah payah, wanita dan polisi itu
berhasil membawa Jack ke dalam cafetaria dan mendudukkan
dia di samping meja yang berada di sudut.
Hari sudah mulai larut, jadi kebanyakan orang yang makan
sudah pergi .
Manager cafeteria itu berjalan mendekati dan berdiri
di samping meja itu.
”Ada apa ini, pak polisi?” dia bertanya..
“Apa artinya ini, apakah orang ini membuat masalah?”
Nyonya ini telah membawa orang ini untuk diberikan
makan di sini,” jawab polisi itu.
”Tidak di tempat ini!” jawab manager itu dengan marah.
”Membiarkan orang seperti ini berada disini akan
membawa malapetaka untuk dagangan kami.”
Jack tua tersenyum menyeringai dengan giginya yang ompong.
“Kau lihat itu, nyonya. Saya kan sudah katakan.
Nah, sekarang biarkanlah aku bergi. Saya memang dari
semula tidak mau datang kemari.
Wanita itu berpaling kepada manager cafeteria itu
sambil tersenyum.
“Pak, kenalkah anda kepada Eddy and Associates,
perusahaan perbankan yang ada di sudut jalan itu?”
“Tentu saja aku kenal mereka, setiap minggu mereka
mengadakan pertemuan rutin mereka di salah satu ruangan
pesta VIP ku untuk santap malam.
“Dan anda mendapat keuntungan yang lumayan
menyediakan makanan untuk pertemuan mingguan ini?”
Apakah urusanmu dengan hal itu?”
”Saya, Pak, adalah Penelope Eddy, President dan CEO
dari perusahaan itu.”
"Ooh "
Wanita itu tersenyum lagi..
”Saya memang berpikir bahwa itu mungkin bisa
membuat perubahan dalam sikap anda.”
Dia melirik kepada polisi yang sedang berusaha
menyembunyikan tertawanya.
“Pak polisi, apakah anda mau ikut serta dengan kami
menikmati secangkir kopi dan sarapan?"
“Oh, tidak, terima kasih, nyonya,” jawab polisi itu.
“Saya sedang dalam tugas.”
“Nah, kalau begitu, mungkin secangkir kopi untuk anda
bawa pergi?”
“Baiklah, nyonya.. Itu sangat baik, terima kasih.”
Manager cafeteria itu langsung berbalik dan berkata..
”Saya akan mengambil kopinya untuk anda, pak polisi.”
Polisi itu memandang manager itu berjalan pergi..
”Anda sudah menyadarkan dia akan posisinya dengan
baik,” katanya.
Itu bukanlah tujuan saya sebenarnya… Tapi anda percaya
atau tidak saya mempunyai alasan untuk melakukan semua ini.”
Dia duduk di pinggir meja di seberang tamunya yang
melongo keheranan.
Tamunya itu sekarang menerawang mukanya dengan
penuh perhatian.
"Jack, apakah anda masih ingat kepada saya?”
Si Jack tua memandang wajah wanita itu dengan matanya
yang mulai lamur dan berkaca-kaca dengan linangan air mata.
“Saya rasa begitu – maksud saya, wajah anda memang
kelihatan saya kenal.”
“Mungkin aku sekarang kelihatan lebih tua,” dia berkata.
“Mungkin usiaku sudah lebih dari dua kali lipat sejak
masa mudaku ketika engkau bekerja di sini, dan aku
berjalan masuk melalui pintu, sedang kedinginan dan lapar.”
“Bagaimana, nyonya?” polisi itu bertanya keheranan.
Dia tidak bisa percaya bahwa seorang wanita yang
begitu cemerlang tampangnya pernah mengalami lapar...
“Saya baru saja tamat dari Perguruan Tinggi,” wanita itu
memulai kisahnya.
“Saya sudah datang ke kota ini untuk mencari pekerjaan,
tapi tidak berhasil mendapatkan pekerjaan apa pun.
Akhirnya uangku sisa beberapa sen saja, dan saya telah
diusir dari apartemenku. .. Saya berjalan ke sana
ke mari gelandangan di jalan untuk beberapa hari.
Saat itu bulan Februari dan saya sedang sangat kedinginan
dan hampir mati kelaparan. Saya melihat tempat ini dan
berjalan masuk dengan harapan mudah-mudahan bisa
memperoleh sesuatu yang dapat kumakan.”
Si Jack mulai tersenyum wajahnya.
“Sekarang saya ingat,” dia berkata.
“Saya waktu itu berdiri di balik meja sana sedang melayani
langganan. Anda mendekati saya dan bertanya kalau anda
bisa melakukan apa saja dengan upah sesuatu untuk dimakan.
Saya berkata bahwa itu adalah melawan peraturan dari
perusahaan ini.
“Saya tahu,” wanita itu melanjutkan.
“Kemudian anda membuatkan saya sandwich roast beef
yang paling besar yang pernah saya lihat seumur hidup,
dan memberikan saya secangkir kopi, dan menyuruh saya
untuk pergi duduk di satu sudut cafeteria ini dan
menikmatinya. Saya takut waktu itu anda akan
mengalami kesusahan karena saya. Kemudian saya melihat
anda memasukkan uang dan mencetak harga makanan saya itu
di mesin hitung, dan saya tahu bahwa semuanya beres.
Jadi anda memulaikan perusahaan anda sendiri?” kata si
Jack tua..
Saya mendapat pekerjaan pada sore hari itu juga.
Saya mulai bekerja dari bawah dan makin meningkat.
Akhirnya saya bs mempunyai perusahaan saya sendiri,
dan dengan pertolongan Tuhan, saya berhasil..”
Dia membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah kartu nama.
“Sehabis anda makan, saya mau anda pergi menemui
Mr.Lyons. Dia adalah direktur personil dari perusahaan saya.
Saya akan berbicara dengan dia sekarang, dan saya merasa
pasti bahwa dia akan menemukan suatu pekerjaan yang
anda dapat lakukan di kantor.”
Dia tersenyum.
“Saya pikir dia juga akan memberikan kepada anda sedikit
uang panjar supaya anda bisa membeli pakaian dan
mendapat tempat tinggal sampai anda bisa mandiri.
Kalau anda memerlukan apa saja dikemudian hari,
pintu rumah saya selalu terbuka bagi anda.
Air mata berlinang-linang diwajah orang tua itu.
”Bagaimana saya akan bisa berterima kasih secukupnya
kepada anda?” dia bertanya.
"Jangan berterima kasih kepadaku,” jawab wanita itu.
“Bagi Allah segala kemuliaan. Dialah yang telah menuntun
saya kepada anda,”
Di luar cafeteria itu, polisi dan wanita itu berdiri sekejap
di depan pintu sebelum mereka berpisah…
”Terima kasih untuk pertolongan anda, pak polisi” dia berkata.
“Sebaliknya , Ny .. Eddy,” dia menjawab.
“Terima kasih kepada anda. Saya menyaksikan sebuah
mujizat hari ini, sesuatu yang saya tidak akan pernah
melupakannya seumur hidup.. Dan terima kasih untuk
kopi itu."
21 Tanda Seseorang Mencintaimu dengan Tulus
21 tanda seseorang mencintaimu dengan tulus
1. Orang yang mencintai kamu tidak pernah bisa memberikan alasan kenapa ia mencintai kamu, yang ia tahu dimatanya hanya ada kamu satu²nya.
2. Orang yang mencintai kamu selalu menerima kamu apa adanya,dimatanya kamu selalu yang tercantik/tertampan walaupun mungkin kamu merasa berat badan kamu sudah berlebihan atau kamu merasa kegemukan .
3. Orang yang mencintai kamu selau ingin tau tentang apa saja yang kamu lalui sepanjang hari ini, ia ingin tau kegiatan kamu.
4. Orang yang mencintai kamu akan mengirimkan sms seperti “slmt pagi”"slmt hr mggu” “slmt tidur”, walaupun kamu tidak membalas pesannya
5. Kalau kamu berulang tahun dan kamu tidak mengundangnya setidaknya ia akan telpon untuk mengucapkan selamat atau mengirim sms.
6. Orang yang mencintai kamu akan selalu mengingat setiap kejadian yang ia lalui bersama kamu, bahkan mungkin kejadian yang kamu sendiri sudah lupa setiap detailnya, karena saat itu adalah sesuatu yang berharga untuknya.
7. Orang yang mencintai kamu selalu mengingat tiap kata2 yang kamu ucapkan bahkan mungkin kata2 yang kamu sendiri lupa pernah mengatakannya.
8. Orang yang mencintai kamu akan belajar menyukai lagu-lagu kesukaanmu, bahkan mungkin meminjam CD/kaset kamu,karena ia ingin tau kesukaanmu, kesukaanmu kesukaannya juga.
9. Kalau terakhir kali ketemu, kamu sedang sakit flu, terkilir, atau sakit gigi, beberapa hari kemudian ia akan mengirim sms atau menelponmu dan menanyakan keadaanmu.. karena ia mengkhawatirkanmu.
10. Kalau kamu bilang akan menghadapi ujian ia akan menanyakan kapan ujian itu dan saat harinya tiba ia akan mengirimkan sms “good luck” atau menelponmu untuk menyemangati kamu.
11. Orang yang mencintai kamu akan memberikan suatu barang miliknya yang mungkin buat kamu itu ialah sesuatu yang biasa, tapi itu ialah suatu barang yang istimewa buat dia.
12. Orang yang mencintai kamu akan terdiam sesaat,saat sedang berbicara ditelpon dengan kamu, sehingga kamu menjadi binggung saat itu dia merasa sangat gugup karena kamu telah mengguncang dunianya.
13. Orang yang mencintai kamu selalu ingin berada didekatmu dan ingin menghabiskan hari2nya denganmu.
14. Jika suatu saat kamu harus pindah ke kota lain untuk waktu yang lain ia akan memberikan nasehat supaya kamu waspada dengan lingkungan yang bisa membawa pengaruh buruk bagimu.
15. Orang yang mencintai kamu bertindak lebih seperti saudara daripada seperti seorang kekasih.
16. Orang yang mencintai kamu sering melakukan hal2 yang konyol spt menelponmu 100x dalam sehari, atau membangunkanmu ditengah malam karena ia mengirim sms atau menelponmu. karena saat itu ia sedang memikirkan kamu.
17. Orang yang mencintai kamu kadang merindukanmu dan melakukan hal2 yang membuat kamu jengkel atau gila, saat kamu bilang tindakannya membuatmu terganggu ia akan minta maaf dan tak kan melakukannya lagi.
18. Jika kamu memintanya untuk mengajarimu sesuatu maka ia akan mengajarimu dengan sabar walaupun kamu mungkin orang yang terbodoh di dunia!
19. Kalau kamu melihat handphone-nya maka namamu akan menghiasi sbgn besar “INBOX”nya.Ya ia masih menyimpan pesan dari kamu walaupun pesan itu sudah kamu kirim sejak berbulan2 bahkan bertahun2 yang lalu.
20. Dan jika kamu menghindarinya atau memberi reaksi penolakan, ia akan menyadarinya dan menghilang dari kehidupanmu walaupun hal itu membunuh hatinya. Karena yang ia inginkan hanyalah kebahagiaanmu.
21. Jika suatu saat kamu merindukannya dan ingin memberinya kesempatan ia akan ada disana menunggumu karena ia tak pernah mencari orang lain. Ya…………ia selalu menunggumu.
1. Orang yang mencintai kamu tidak pernah bisa memberikan alasan kenapa ia mencintai kamu, yang ia tahu dimatanya hanya ada kamu satu²nya.
2. Orang yang mencintai kamu selalu menerima kamu apa adanya,dimatanya kamu selalu yang tercantik/tertampan walaupun mungkin kamu merasa berat badan kamu sudah berlebihan atau kamu merasa kegemukan .
3. Orang yang mencintai kamu selau ingin tau tentang apa saja yang kamu lalui sepanjang hari ini, ia ingin tau kegiatan kamu.
4. Orang yang mencintai kamu akan mengirimkan sms seperti “slmt pagi”"slmt hr mggu” “slmt tidur”, walaupun kamu tidak membalas pesannya
5. Kalau kamu berulang tahun dan kamu tidak mengundangnya setidaknya ia akan telpon untuk mengucapkan selamat atau mengirim sms.
6. Orang yang mencintai kamu akan selalu mengingat setiap kejadian yang ia lalui bersama kamu, bahkan mungkin kejadian yang kamu sendiri sudah lupa setiap detailnya, karena saat itu adalah sesuatu yang berharga untuknya.
7. Orang yang mencintai kamu selalu mengingat tiap kata2 yang kamu ucapkan bahkan mungkin kata2 yang kamu sendiri lupa pernah mengatakannya.
8. Orang yang mencintai kamu akan belajar menyukai lagu-lagu kesukaanmu, bahkan mungkin meminjam CD/kaset kamu,karena ia ingin tau kesukaanmu, kesukaanmu kesukaannya juga.
9. Kalau terakhir kali ketemu, kamu sedang sakit flu, terkilir, atau sakit gigi, beberapa hari kemudian ia akan mengirim sms atau menelponmu dan menanyakan keadaanmu.. karena ia mengkhawatirkanmu.
10. Kalau kamu bilang akan menghadapi ujian ia akan menanyakan kapan ujian itu dan saat harinya tiba ia akan mengirimkan sms “good luck” atau menelponmu untuk menyemangati kamu.
11. Orang yang mencintai kamu akan memberikan suatu barang miliknya yang mungkin buat kamu itu ialah sesuatu yang biasa, tapi itu ialah suatu barang yang istimewa buat dia.
12. Orang yang mencintai kamu akan terdiam sesaat,saat sedang berbicara ditelpon dengan kamu, sehingga kamu menjadi binggung saat itu dia merasa sangat gugup karena kamu telah mengguncang dunianya.
13. Orang yang mencintai kamu selalu ingin berada didekatmu dan ingin menghabiskan hari2nya denganmu.
14. Jika suatu saat kamu harus pindah ke kota lain untuk waktu yang lain ia akan memberikan nasehat supaya kamu waspada dengan lingkungan yang bisa membawa pengaruh buruk bagimu.
15. Orang yang mencintai kamu bertindak lebih seperti saudara daripada seperti seorang kekasih.
16. Orang yang mencintai kamu sering melakukan hal2 yang konyol spt menelponmu 100x dalam sehari, atau membangunkanmu ditengah malam karena ia mengirim sms atau menelponmu. karena saat itu ia sedang memikirkan kamu.
17. Orang yang mencintai kamu kadang merindukanmu dan melakukan hal2 yang membuat kamu jengkel atau gila, saat kamu bilang tindakannya membuatmu terganggu ia akan minta maaf dan tak kan melakukannya lagi.
18. Jika kamu memintanya untuk mengajarimu sesuatu maka ia akan mengajarimu dengan sabar walaupun kamu mungkin orang yang terbodoh di dunia!
19. Kalau kamu melihat handphone-nya maka namamu akan menghiasi sbgn besar “INBOX”nya.Ya ia masih menyimpan pesan dari kamu walaupun pesan itu sudah kamu kirim sejak berbulan2 bahkan bertahun2 yang lalu.
20. Dan jika kamu menghindarinya atau memberi reaksi penolakan, ia akan menyadarinya dan menghilang dari kehidupanmu walaupun hal itu membunuh hatinya. Karena yang ia inginkan hanyalah kebahagiaanmu.
21. Jika suatu saat kamu merindukannya dan ingin memberinya kesempatan ia akan ada disana menunggumu karena ia tak pernah mencari orang lain. Ya…………ia selalu menunggumu.
Arti Air Mata Ibu
Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya.
"Ibu, mengapa Ibu menangis?".
Ibunya menjawab, "Sebab, aku wanita".
"Aku tak mengerti," kata si anak lagi.
Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.
"Nak, kamu memang tak akan mengerti...."
Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya.
"Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang
jelas?
Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan."
Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap
bertanya-tanya,mengapa wanita menangis.
Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan "Ya Tuhan,
mengapa wanita mudah sekali menangis? Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,
"Saat Kuciptakan wanita, aku membuatnya menjadi sangat utama.
Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya,walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan
kepala bayi yang sedang tertidur.`
Kuberikan pada wanita kekuatan untuk dapat melahirkan,
dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap
menerima cerca dari anaknya....
Kuberikan pada wanita keperkasaan, yang
akan membuatnya tetap bertahan,
pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.
Kuberikan pada wanita kesabaran, untuk merawat keluarganya,
walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah..
Kuberikan pada wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai
semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun.
Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.
Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang
terkantuk menahan lelap dan sentuhan kasih sayangnya akan memberikan kenyamanan saat
didekapdengan lembut olehnya.
Kuberikan pada wanita! kekuatan untuk membimbing
suaminya, melalui masa-masa sulit, dan m enjadi pelindung baginya.
Sebab, bukankah tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?
Kuberikan pada wanita kebijaksanaan, dan kemampuan untuk
memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa, suami yang baik adalah yang
tak pernah melukai istrinya.
Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan
menguji kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri,
sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi
Dan, akhirnya, kuberikan pada wanita airmata agar dapat mencurahkan
perasaannya.
Inilah yang khusus kuberikan kepadanya, agar dapat digunakan kapanpun ia
inginkan.
Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, airmata
ini adalah airmata kehidupan....
"Ibu, mengapa Ibu menangis?".
Ibunya menjawab, "Sebab, aku wanita".
"Aku tak mengerti," kata si anak lagi.
Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.
"Nak, kamu memang tak akan mengerti...."
Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya.
"Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang
jelas?
Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan."
Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap
bertanya-tanya,mengapa wanita menangis.
Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan "Ya Tuhan,
mengapa wanita mudah sekali menangis? Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,
"Saat Kuciptakan wanita, aku membuatnya menjadi sangat utama.
Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya,walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan
kepala bayi yang sedang tertidur.`
Kuberikan pada wanita kekuatan untuk dapat melahirkan,
dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap
menerima cerca dari anaknya....
Kuberikan pada wanita keperkasaan, yang
akan membuatnya tetap bertahan,
pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.
Kuberikan pada wanita kesabaran, untuk merawat keluarganya,
walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah..
Kuberikan pada wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai
semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun.
Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.
Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang
terkantuk menahan lelap dan sentuhan kasih sayangnya akan memberikan kenyamanan saat
didekapdengan lembut olehnya.
Kuberikan pada wanita! kekuatan untuk membimbing
suaminya, melalui masa-masa sulit, dan m enjadi pelindung baginya.
Sebab, bukankah tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?
Kuberikan pada wanita kebijaksanaan, dan kemampuan untuk
memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa, suami yang baik adalah yang
tak pernah melukai istrinya.
Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan
menguji kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri,
sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi
Dan, akhirnya, kuberikan pada wanita airmata agar dapat mencurahkan
perasaannya.
Inilah yang khusus kuberikan kepadanya, agar dapat digunakan kapanpun ia
inginkan.
Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, airmata
ini adalah airmata kehidupan....
Kesempatan dan Pilihan
Kesempatan dan Pilihan part 2
by Feybe Arsella Manoppo on Friday, September 17, 2010 at 7:40am
Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan..Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan.. .Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan..
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan...Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya, daripada pasanganmu, Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan...Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi Cinta sejati yang abadi adalah Pilihan.... Pilihan yang kita lakukan...
Berbicara tentang pasangan jiwa, Ada suatu kutipan yang mungkin sangat tepat :"... Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil.. "Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu..Tetapi tetap berpulang padamu, Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya atau tidak...Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan..Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai, TETAPI untuk... Belajar mencintai orang yang tidak sempurna, Dengan cara yang sempurna...^ ^
While you are reading this page, if someone appears in your mind, then.. " You Are In Love With That Person..."
6 Kali Aku Menangis Untuk Adikku
Aku dilahirkan di sebuah desa di pegunungan, orangtuaku seorang petani.
Aku punya seorang adik laki-laki yang usianya lebih muda 3 tahun dariku.
Suatu waktu, aku ingin membeli saputangan yang banyak digunakan oleh gadis-gadis seusiaku, saputangan bersulamkan bunga-bunga,
Dan karena begitu menginginkannya, aku mengambil uang 5 sen di lai ayahku.
Saat ayah mengetahui ada uang yang hilang,
Maka ia segera membuat aku dan adikku berlutut dekat dinding
Dan bertanya siapa diantara kami yang mengambil uang tersebut.
Aku begitu takut untuk mengakuinya,
Kemudian ayahku mengatakan jika tidak ada yang mengaku maka kami berdua akan dipukul,
Saat ayah mengayunkan tongkat bambunya, adikku berteriak “ayah aku yang mencuri, bukan kakak, pukul saja aku!”
Ayah memukul adikku dengan sangat, karena ia tidak suka melihat adikku mencuri.
Saat malam, aku dan ibu memeluk adikku erat-erat, dan saat itu aku tidak kuat lagi menahan tangisku,
Aku menangis keras-keras, namun tangan kecil adikku menutup mulutku dengan lembut “kakak, sudahlah….” saat itu aku berumur 11 tahun, adikku 8 tahun.
Inilah saat pertama kalinya aku menangis untuk adikku
Saat itu adikku harus melanjutkan ke SMA dan aku hendak melanjutkan ke Universitas di ibukota karena aku telah diterima di Universitas tersebut,
Namun ternyata uang ayah dan ibu tidak cukup untuk menyekolahkan kami berdua,
Saat adik mengetahui hal itu, ia langsung berkata “ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah laggi, telah cukup membaca banyak buku.”
Ayah menjadi marah dam memukul wajah adik, karena ayah bertekad bahwa anak-anaknya harus bersekolah tinggi walaupun jika untuk itu dia harus meminjam uang dari tetangga.
Kemudia adikku mengangguk tanda setuju dengan ayah, dan saat itu aku memutuskan untuk melupakan saja kuliah karena aku ingin adikku bersekolah.
Namun keesokan harinya, sebelum fajar menyingsing, adikku ternyata meninggalkan rumah, sambil membawa beberapa lembar pakaian dan sedikit makanan dari rumah.
Ia meninggalkan secarik kertas di atas bantalku “kakak, jangan kuatir dan test masuk universitas itu tidak mudah. Aku pergi mencari pekerjaan untukmu!”
Aku memegang kertas itu dan tanpa kusadari air mataku mengalir turun, inilah kedua kalinya aku menangis untuk adikku, saat aku berusia 20 tahun dan adikku 17 tahun. Akhirnya, dengan uang pinjaman ayah dan hasil kerja adikku, aku melanjutkan pendidikanku di universitas ibukota.
Suatu hari saat aku sedang belajar, temanku berkata bahwa ada seorang dari desa yang mencariku, walau bingung, aku tetap keluar mendapatkan orang desa tersebut, badannya tertutup dengan debu dan semen, setelah aku mendekat, barulah dapat kulihat dengan jelas bahwa penduduk desa itu adalah adikku sendiri.
“mengapa tak kau katakana kalau engkau adalah adikku?” dengan tersenyum adikku menjawab, “lihat bagaimana penampilanku. apa yang akan mereka piker jika mereka tahu saya adalah adikmu? apa mereka tidak menertawakanmu?”
Kemudian dengan perlahan ia mengambil sesuatu dari kantongnya, sebuah jepit rambut, dan ia memasangkan di rambutku.
“saya melihat semua gadis kota memakainya. jadi saya piker kamu juga harus memiliki satu.”
Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu ia berusia 20 tahun dan aku 23.
Suatu saat, utnuk pertama kalinya aku membawa pacarku ke rumah, dan rumah terlihat begitu bersih bahkan kaca jendela yang dulunya pecah, sekarang menjadi indah karena sudah diganti dengan yang baru.
Saat pacarku pulang, dengan segera aku berterima kasih pada ibuku. Ibu hanya tersenyum sambil berkata “itu adikmu, ia yang melakukan semua itu, tidakkah kau perhatikan luka ditangannya? dia terluka saat mengganti kaca tersebut.” Dengan segera aku mencari adikku di kamarnya dan melihat lukanya, “sakit?” tanyaku, “tidak, aku sudah terbiasa terluka. dan selain itu kakak membawa teman dari kota, kita tidak boleh membiarkan diri kita menjadi bahan tertawaan kan?”
Hatiku sakit mendengar adikku yang begitu banyak berkorban untukku, setelah mengolesi obat luka untuknya, aku membalikkan punggung dan menangis.
Saat itu adikku berusia 23 tahun dan aku 26 tahun.
Suatu saat akhirnya aku menikah dan suamiku mengajakku tinggal di kota. Aku berusaha mengajak orangtuaku untuk pindah bersamaku namun mereka tidak mau,
Hingga suatu saat aku harus pulang ke desa karena adikku terkena sengatan listrik hingga harus ke rumah sakit.
Aku marah padanya, mengapa dia tidak mau menerima jabatan yang diberikan suamiku yang adalah seorang direktur. Suamiku berhak mengangkat dia.
Jika dia menerimanya, dia tidak akan perlu tersengat listrik. Namun adikku sambil tersenyum berkata, “kak, suamimu baru saja diangkat menjadi direktur, apa kata orang jika ia langsung mengangkat aku, seorang tanpa pendidikan menjadi manejernya? bukankah itu akan mempermalukannya?”
Suamiku pun menitikan air mata mendengar itu dan aku langsung berkata “kamu tidak berpendidikan kan karena aku!!”
Dengan lembut adikku memegang tanganku, “buat apa kita membahas masa lalu?”
Aku pun tak kuat menahan air mataku. Saat itu adikku berusia 26 tahun dan aku 29 tahun.
Saat berusia 30 tahun adikku menikah dengan seorang gadis desa dan saat pembawa cara tersebut bertanya padanya, “siapakah orang yang paling kamu hormati dan kasihi?” dengan segera ia menjawab “kakakku” kemudian ia bercerita sebuah kejadian yang bahkan aku tidak pernah ingat pernah melakukannya, “hal ini terjadi saat saya masih SD, kami berdua selalu menempuh dua jam perjalanan untuk pergi kesekolah dan pulang kermuah. Suatu hari saya kehilangan salah satu sarung tangan saya dan kakak memberikan satu kepunyaannya, ia hanya memakai satu saja dan bejalan sejauh itu. Ketika kami tiba dirumah, tangannya gemetaran sampai tidak bisa memegang sumpitnya. Sjeak hari itu saya bersumpah selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik padanya.’ Tepuk tangan membanjiri ruangan itu.
Semua tamu memalingkan perhatian padaku, “dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku” dan dalam kesempatan yang berbahagia ini, air mataku jatuh bercucuran..
Sang kakak memebrikan sebuah kebaikan satu kali dan itu menjadi tonggak bagi sang adik untuk menyerahkan hidupnya bagi sang kakak. Tuhan sudah menyerahkan seluruh hidupnya kepada kita, sekali dalam hidupNya – dan itu lebih dari cukup – Ia dipermalukan begitu rupa, kemudian sikap kita? Sudahkah kita memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki? Sudahkah kita menjadi hamba yag baik atau apakah menganggap sepele pengorbananNya??
Aku punya seorang adik laki-laki yang usianya lebih muda 3 tahun dariku.
Suatu waktu, aku ingin membeli saputangan yang banyak digunakan oleh gadis-gadis seusiaku, saputangan bersulamkan bunga-bunga,
Dan karena begitu menginginkannya, aku mengambil uang 5 sen di lai ayahku.
Saat ayah mengetahui ada uang yang hilang,
Maka ia segera membuat aku dan adikku berlutut dekat dinding
Dan bertanya siapa diantara kami yang mengambil uang tersebut.
Aku begitu takut untuk mengakuinya,
Kemudian ayahku mengatakan jika tidak ada yang mengaku maka kami berdua akan dipukul,
Saat ayah mengayunkan tongkat bambunya, adikku berteriak “ayah aku yang mencuri, bukan kakak, pukul saja aku!”
Ayah memukul adikku dengan sangat, karena ia tidak suka melihat adikku mencuri.
Saat malam, aku dan ibu memeluk adikku erat-erat, dan saat itu aku tidak kuat lagi menahan tangisku,
Aku menangis keras-keras, namun tangan kecil adikku menutup mulutku dengan lembut “kakak, sudahlah….” saat itu aku berumur 11 tahun, adikku 8 tahun.
Inilah saat pertama kalinya aku menangis untuk adikku
Saat itu adikku harus melanjutkan ke SMA dan aku hendak melanjutkan ke Universitas di ibukota karena aku telah diterima di Universitas tersebut,
Namun ternyata uang ayah dan ibu tidak cukup untuk menyekolahkan kami berdua,
Saat adik mengetahui hal itu, ia langsung berkata “ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah laggi, telah cukup membaca banyak buku.”
Ayah menjadi marah dam memukul wajah adik, karena ayah bertekad bahwa anak-anaknya harus bersekolah tinggi walaupun jika untuk itu dia harus meminjam uang dari tetangga.
Kemudia adikku mengangguk tanda setuju dengan ayah, dan saat itu aku memutuskan untuk melupakan saja kuliah karena aku ingin adikku bersekolah.
Namun keesokan harinya, sebelum fajar menyingsing, adikku ternyata meninggalkan rumah, sambil membawa beberapa lembar pakaian dan sedikit makanan dari rumah.
Ia meninggalkan secarik kertas di atas bantalku “kakak, jangan kuatir dan test masuk universitas itu tidak mudah. Aku pergi mencari pekerjaan untukmu!”
Aku memegang kertas itu dan tanpa kusadari air mataku mengalir turun, inilah kedua kalinya aku menangis untuk adikku, saat aku berusia 20 tahun dan adikku 17 tahun. Akhirnya, dengan uang pinjaman ayah dan hasil kerja adikku, aku melanjutkan pendidikanku di universitas ibukota.
Suatu hari saat aku sedang belajar, temanku berkata bahwa ada seorang dari desa yang mencariku, walau bingung, aku tetap keluar mendapatkan orang desa tersebut, badannya tertutup dengan debu dan semen, setelah aku mendekat, barulah dapat kulihat dengan jelas bahwa penduduk desa itu adalah adikku sendiri.
“mengapa tak kau katakana kalau engkau adalah adikku?” dengan tersenyum adikku menjawab, “lihat bagaimana penampilanku. apa yang akan mereka piker jika mereka tahu saya adalah adikmu? apa mereka tidak menertawakanmu?”
Kemudian dengan perlahan ia mengambil sesuatu dari kantongnya, sebuah jepit rambut, dan ia memasangkan di rambutku.
“saya melihat semua gadis kota memakainya. jadi saya piker kamu juga harus memiliki satu.”
Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu ia berusia 20 tahun dan aku 23.
Suatu saat, utnuk pertama kalinya aku membawa pacarku ke rumah, dan rumah terlihat begitu bersih bahkan kaca jendela yang dulunya pecah, sekarang menjadi indah karena sudah diganti dengan yang baru.
Saat pacarku pulang, dengan segera aku berterima kasih pada ibuku. Ibu hanya tersenyum sambil berkata “itu adikmu, ia yang melakukan semua itu, tidakkah kau perhatikan luka ditangannya? dia terluka saat mengganti kaca tersebut.” Dengan segera aku mencari adikku di kamarnya dan melihat lukanya, “sakit?” tanyaku, “tidak, aku sudah terbiasa terluka. dan selain itu kakak membawa teman dari kota, kita tidak boleh membiarkan diri kita menjadi bahan tertawaan kan?”
Hatiku sakit mendengar adikku yang begitu banyak berkorban untukku, setelah mengolesi obat luka untuknya, aku membalikkan punggung dan menangis.
Saat itu adikku berusia 23 tahun dan aku 26 tahun.
Suatu saat akhirnya aku menikah dan suamiku mengajakku tinggal di kota. Aku berusaha mengajak orangtuaku untuk pindah bersamaku namun mereka tidak mau,
Hingga suatu saat aku harus pulang ke desa karena adikku terkena sengatan listrik hingga harus ke rumah sakit.
Aku marah padanya, mengapa dia tidak mau menerima jabatan yang diberikan suamiku yang adalah seorang direktur. Suamiku berhak mengangkat dia.
Jika dia menerimanya, dia tidak akan perlu tersengat listrik. Namun adikku sambil tersenyum berkata, “kak, suamimu baru saja diangkat menjadi direktur, apa kata orang jika ia langsung mengangkat aku, seorang tanpa pendidikan menjadi manejernya? bukankah itu akan mempermalukannya?”
Suamiku pun menitikan air mata mendengar itu dan aku langsung berkata “kamu tidak berpendidikan kan karena aku!!”
Dengan lembut adikku memegang tanganku, “buat apa kita membahas masa lalu?”
Aku pun tak kuat menahan air mataku. Saat itu adikku berusia 26 tahun dan aku 29 tahun.
Saat berusia 30 tahun adikku menikah dengan seorang gadis desa dan saat pembawa cara tersebut bertanya padanya, “siapakah orang yang paling kamu hormati dan kasihi?” dengan segera ia menjawab “kakakku” kemudian ia bercerita sebuah kejadian yang bahkan aku tidak pernah ingat pernah melakukannya, “hal ini terjadi saat saya masih SD, kami berdua selalu menempuh dua jam perjalanan untuk pergi kesekolah dan pulang kermuah. Suatu hari saya kehilangan salah satu sarung tangan saya dan kakak memberikan satu kepunyaannya, ia hanya memakai satu saja dan bejalan sejauh itu. Ketika kami tiba dirumah, tangannya gemetaran sampai tidak bisa memegang sumpitnya. Sjeak hari itu saya bersumpah selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik padanya.’ Tepuk tangan membanjiri ruangan itu.
Semua tamu memalingkan perhatian padaku, “dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku” dan dalam kesempatan yang berbahagia ini, air mataku jatuh bercucuran..
Sang kakak memebrikan sebuah kebaikan satu kali dan itu menjadi tonggak bagi sang adik untuk menyerahkan hidupnya bagi sang kakak. Tuhan sudah menyerahkan seluruh hidupnya kepada kita, sekali dalam hidupNya – dan itu lebih dari cukup – Ia dipermalukan begitu rupa, kemudian sikap kita? Sudahkah kita memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki? Sudahkah kita menjadi hamba yag baik atau apakah menganggap sepele pengorbananNya??
Rasa Dari Mencinta
Saat pertama mengenal CINTA mungkin itulah saat yang sangat terindah.Selalu ada kata MANIS setiap harinya,dan bahkan berfikir tak ada kata jelek untuk CINTA.Bahkan rela berkorban DEMI CINTA yang saat itu di rasa.Tak tau dengan RASA LELAH yang terpenting hanya meikirkan CINTA tersebut. Bahkan rela menjauhkan ORANG yang di CINTAI dari ORANG-ORANG lain yang mencintai dia.
Ketika CINTA tersebut t'lah didapat kan,awal nya pun di jalani masih sama seperti saat pertama mendekati CINTA tersebut.Masih merasakan SAYANG nya dari CINTA itu.Merasakan HANGAT nya PERHATIAN yg diberi.Merasakan PENGORBANAN yang dipertaruhkan.
Tetapi ternyata CINTA pun bisa berubah begitu saja,yang tadinya PERHATIAN pun tercurah sekarang tak ada lagi,yang tadi nya merasakan pengorbanan CINTA tapi terserah begitu saja.PIKIRAN pun mulai goyah terhadap ketulusan CINTA, timbul pertanyaan "apakah cinta itu hanya membuat sakit saja dan tak ada bahagianya?"
Saat itulah berusaha untuk BERTAHAN dimana CINTA sedang UJI.Dimana ketulusan CINTA itu harus didapatkan.BERUSAHA...dan terus BERUSAHA berjuang DEMI CINTA yang tlah di DAPAT.Mempertahankan agar CINTA ini tak kan MATI,bahkan saking ingin MEMPERTAHAN CINTA tersebut RELA berkali-kali MENGALAH dari ke EGOISAN PIKIRAN.Tetapi merubah CARA BERFIKIR dengan menggunakan HATI & PERASAAN.
Tetapi ketika ketulusan CINTA tak jua didapatkan.timbul pertanyaan lagi "benarkah yang saat ini di jalani adalah CINTA yg TULUS?"
saat kepasraan HATI tlah datang dan KETERPURUKAN slalu mengahntui PIKIRAN, tinggal yang ada hanyalah DIAM dan tak dapat berkata sedikitpun.Tetapi KEPUTUSAN harus didapatkan apakah BERTAHAN atau BERHENTI namun terus MENCINTAI dalam HATI?
Akhirnya yang terpilih adalah BERHENTI dan terus MENCINTAI dalam HATI. karena CINTA itu haruslah SALING sama MEMPERTAHANKAN bukan hanya salah SATU saja yang ingin BERTAHAN agar CINTA tersebut tidak MATI."kenapa seperti itu ?"
KARENA CINTA BARU BISA HIDUP KARENA ADA DUA INSAN YANG SALING MENCINTAI DAN SAMA-SAMA SALING MENGISI MEMPERTAHAN CINTA MEREKA AGAR TAK KAN PERNAH MATI. maka bila MENCINTAI janganlah melontarkan perkataan "APA YANG KAMU MAU SEKARANG?"
Ketika CINTA tersebut t'lah didapat kan,awal nya pun di jalani masih sama seperti saat pertama mendekati CINTA tersebut.Masih merasakan SAYANG nya dari CINTA itu.Merasakan HANGAT nya PERHATIAN yg diberi.Merasakan PENGORBANAN yang dipertaruhkan.
Tetapi ternyata CINTA pun bisa berubah begitu saja,yang tadinya PERHATIAN pun tercurah sekarang tak ada lagi,yang tadi nya merasakan pengorbanan CINTA tapi terserah begitu saja.PIKIRAN pun mulai goyah terhadap ketulusan CINTA, timbul pertanyaan "apakah cinta itu hanya membuat sakit saja dan tak ada bahagianya?"
Saat itulah berusaha untuk BERTAHAN dimana CINTA sedang UJI.Dimana ketulusan CINTA itu harus didapatkan.BERUSAHA...dan terus BERUSAHA berjuang DEMI CINTA yang tlah di DAPAT.Mempertahankan agar CINTA ini tak kan MATI,bahkan saking ingin MEMPERTAHAN CINTA tersebut RELA berkali-kali MENGALAH dari ke EGOISAN PIKIRAN.Tetapi merubah CARA BERFIKIR dengan menggunakan HATI & PERASAAN.
Tetapi ketika ketulusan CINTA tak jua didapatkan.timbul pertanyaan lagi "benarkah yang saat ini di jalani adalah CINTA yg TULUS?"
saat kepasraan HATI tlah datang dan KETERPURUKAN slalu mengahntui PIKIRAN, tinggal yang ada hanyalah DIAM dan tak dapat berkata sedikitpun.Tetapi KEPUTUSAN harus didapatkan apakah BERTAHAN atau BERHENTI namun terus MENCINTAI dalam HATI?
Akhirnya yang terpilih adalah BERHENTI dan terus MENCINTAI dalam HATI. karena CINTA itu haruslah SALING sama MEMPERTAHANKAN bukan hanya salah SATU saja yang ingin BERTAHAN agar CINTA tersebut tidak MATI."kenapa seperti itu ?"
KARENA CINTA BARU BISA HIDUP KARENA ADA DUA INSAN YANG SALING MENCINTAI DAN SAMA-SAMA SALING MENGISI MEMPERTAHAN CINTA MEREKA AGAR TAK KAN PERNAH MATI. maka bila MENCINTAI janganlah melontarkan perkataan "APA YANG KAMU MAU SEKARANG?"
Tuhan Itu Baik
ada dua orang yang mengadakan perjalanan bersama. mereka membawa seekor keledai untuk mengangkut barang-barang mereka, sebuah obor untuk menerangi jalan mereka di malam hari, dan seekor ayam yang merupakan teman si keledai. ayam itu duduk di kepala keledai sepanjang perjalanan.
salah seorang di antara mereka sangat saleh, sedangkan seorang yang lainnya tidak percaya kepada Tuhan. "Tuhan itu sangat baik." kata orang yang pertama. "kita akan lihat apakah pendapat itu daopan bertahan selama perjalanan." kata orang kedua.
menjelang petang, merekan tiba di sebuah desa kecil dan mereka mencari tempat bermalam. meskipun mereka sudah mencari ke sana ke mari, tetapi tidak seeorang pun menerima mereka. dengan berat hati mereka meneruskan perjalanan sampai ke luar kota itu, dan mereka memutuskan untuk tidur di sana.
"saya pikir tadi kamu bilang bahwa Tuhan itu baik." kata orang kedua dengan sinis.
"Tuhan telah memutuskan bahwa di sinilah tempat bermalam kita yang terbaik." jawab temannya.
mereka memasang tempat tidur mereka di bawah sebuah pohon yang besar, di samping jalan menuju desa tadi, lalu mengikat keledai mereka 5 meter dari tempat tidur mereka.
ketika mereka mau menyalakan obor, tiba-tiba terdengar suara gaduh. seekor singa menerkam keledai mereka sehingga mati dan menyeretnya untuk dimakan. dengan segera kedua orang itu memanjat pohon agar selamat.
"kamu masih bilang bahwa Tuhan itu baik?" kata orang kedua dengan marah.
"jika singa itu tidak menerkam keledai kita, ia tetntu akan menyerang kita. Tuhan memang baik." jawab orang yang pertama.
berapa saat kemudian terdengar jeritan ayam mereka. dari atas pohon mereka bisa melihat bahwa seekor kucing liar telah menerkam ayam mereka dan menyeretnya ke sana ke mari.
sebelum orang kedua sempat berkata sesuatu, orang yang pertama mengatakan, " Jeritan ayam itu sekali lagi menyelamatkan kita. Tuhan itu baik."
beberapa menit kemudian hembusan angin kencang memadamkan obor mereka, yang merupakan satu-satunya penghangat badan mereka di malam yang kelam itu.
sekali lagi orang kedua mengejek temannya. "tampaknya kebaikan Tuhan terus bekerja sepanjang malam ini." katanya. kali ini, orang pertama diam saja.
pagi hari berikutnya kedua orang itu kembali menuju desa itu untuk mencari makanan. mereka segera mendapati bahwa segerombolan besar perampok telah menyerang desa itu semalam dan merampok seluruh desa itu.
mengetahui hal itu orang pertama berkata, "akhirnya menjadi jelas bahwa Tuhan itu memang sangat baik. seandainya kita bermalam di desa ini, maka kita pasti sudah dirampok bersama seluruh desa. seandainya angin tidak memadamkan obor kita, maka para perampok itu, yang pasti melewati jalan di dekat tempat kita tidur, akan melihat kita dan merampok barang-barang kita. jelas, Tuhan itu baik."
salah seorang di antara mereka sangat saleh, sedangkan seorang yang lainnya tidak percaya kepada Tuhan. "Tuhan itu sangat baik." kata orang yang pertama. "kita akan lihat apakah pendapat itu daopan bertahan selama perjalanan." kata orang kedua.
menjelang petang, merekan tiba di sebuah desa kecil dan mereka mencari tempat bermalam. meskipun mereka sudah mencari ke sana ke mari, tetapi tidak seeorang pun menerima mereka. dengan berat hati mereka meneruskan perjalanan sampai ke luar kota itu, dan mereka memutuskan untuk tidur di sana.
"saya pikir tadi kamu bilang bahwa Tuhan itu baik." kata orang kedua dengan sinis.
"Tuhan telah memutuskan bahwa di sinilah tempat bermalam kita yang terbaik." jawab temannya.
mereka memasang tempat tidur mereka di bawah sebuah pohon yang besar, di samping jalan menuju desa tadi, lalu mengikat keledai mereka 5 meter dari tempat tidur mereka.
ketika mereka mau menyalakan obor, tiba-tiba terdengar suara gaduh. seekor singa menerkam keledai mereka sehingga mati dan menyeretnya untuk dimakan. dengan segera kedua orang itu memanjat pohon agar selamat.
"kamu masih bilang bahwa Tuhan itu baik?" kata orang kedua dengan marah.
"jika singa itu tidak menerkam keledai kita, ia tetntu akan menyerang kita. Tuhan memang baik." jawab orang yang pertama.
berapa saat kemudian terdengar jeritan ayam mereka. dari atas pohon mereka bisa melihat bahwa seekor kucing liar telah menerkam ayam mereka dan menyeretnya ke sana ke mari.
sebelum orang kedua sempat berkata sesuatu, orang yang pertama mengatakan, " Jeritan ayam itu sekali lagi menyelamatkan kita. Tuhan itu baik."
beberapa menit kemudian hembusan angin kencang memadamkan obor mereka, yang merupakan satu-satunya penghangat badan mereka di malam yang kelam itu.
sekali lagi orang kedua mengejek temannya. "tampaknya kebaikan Tuhan terus bekerja sepanjang malam ini." katanya. kali ini, orang pertama diam saja.
pagi hari berikutnya kedua orang itu kembali menuju desa itu untuk mencari makanan. mereka segera mendapati bahwa segerombolan besar perampok telah menyerang desa itu semalam dan merampok seluruh desa itu.
mengetahui hal itu orang pertama berkata, "akhirnya menjadi jelas bahwa Tuhan itu memang sangat baik. seandainya kita bermalam di desa ini, maka kita pasti sudah dirampok bersama seluruh desa. seandainya angin tidak memadamkan obor kita, maka para perampok itu, yang pasti melewati jalan di dekat tempat kita tidur, akan melihat kita dan merampok barang-barang kita. jelas, Tuhan itu baik."
Friendship
A-Z of friendship
A:ccepts you as you are
B:elieves in "you"
C:alls you just to say "Hi"
D:oesn't give up on you
E:nvisions the whole of you
F:orgive you mistakes
G:ives unconditionally
H:elps you
I:nvites you over
J:ust "be" with you
K:eeps you close at heart
L:oves you for who you are
M:akes a different in your life
N:ever judges
O:ffer support
P:icks you up
Q:uites your fears
R:aises your spirit
S:ays,nice things about you
T:ells you the truth when you need to hear it
U:nderstands you
V:alues you
W:alks beside you
X:-plain things you don't understand
Y:ells when you won't listen
Z:aps you back to reality
A:ccepts you as you are
B:elieves in "you"
C:alls you just to say "Hi"
D:oesn't give up on you
E:nvisions the whole of you
F:orgive you mistakes
G:ives unconditionally
H:elps you
I:nvites you over
J:ust "be" with you
K:eeps you close at heart
L:oves you for who you are
M:akes a different in your life
N:ever judges
O:ffer support
P:icks you up
Q:uites your fears
R:aises your spirit
S:ays,nice things about you
T:ells you the truth when you need to hear it
U:nderstands you
V:alues you
W:alks beside you
X:-plain things you don't understand
Y:ells when you won't listen
Z:aps you back to reality
Belajar Untuk Menghargai dan Menjadi Lebih Baik
ini adalah salah satu contoh kisah dimana kita menyadari betapa penting nya sesuatu yang berada di sekitar kita pada saat sesuatu itu pergi meninggalkan kita.
jangan pernah menyia-nyiakan sesuatu baik waktu, orang2, atau apapun itu yang pernah dan sedang ada dalam hidup mu, tetap lah berfikir positif, tenang dan ingatlah selalu bahwa Tuhan itu ada.
peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun,
hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik
bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.
Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi
waktu denganku."
Peter: "Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua
saja yang tidak punya pasangan sekarang."
(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)
Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?"
Peter: "Eh? permainan apaan?"
Tina: "Eng... gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi
pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?"
Peter: "Baiklah.... lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan
ke depan."
Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... semangat dong! hari ini akan
jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"
Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen
deh. katanya film itu bagus"
Tina: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke
karaoke ya...
ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."
Peter : "Boleh juga..."
(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang
malam harinya)
Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe,
suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati
mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah
kalung perak berliontin bintang untuk Tina.
Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat
Peter.
Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli
sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di
foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai
berpegangan tangan untuk pertama kalinya.
Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena
tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina
dengan lembut.
Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan diri,
langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka
duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan
suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan
melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.
Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan
kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam
hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu
menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang
tahunnya.
Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan
mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear
untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.
Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.. Tina
penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya
mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang", kemudian peramal itu
meneteskan air mata.
Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi
karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan
berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya
pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan
mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.
Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana.
Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.
15:20 pm
Tina: "Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar."
Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu
mau minum apa?"
Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari
ini. Sebentar ya"
Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta
selalu macet.
15:30 pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah
panik.
Peter : "Ada apa pak?"
Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu
adalah temanmu"
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak
tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.
Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.
23:53 pm
Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih
bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan
surat ini dalam kantung bajunya."
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia
segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi
terlihat damai.
Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan
erat.
Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat
dalam di hatinya.
Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.
Dear Peter...
ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,
tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi
sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang
hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh
malam itu di pantai,
Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi
kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur
hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.
23:58
Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat
meniup lilin ulang tahunku?
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya..
Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99
hari!
Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!
Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku
kesepian!
Tina, Aku sayang kamu...!"
Jam dinding berdentang 12 kali.... jantung Tina berhenti berdetak.
Hari itu adalah hari ke 100...
Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
pernah kembali lagi.
*Dear Friends* ,
*
Tahukah anda* kalau orang yang kelihatan begitu tegar
hatinya, adalah orang
yang sangat lemah dan butuh pertolongan?
*
Tahukah anda* kalau orang yang menghabiskan waktunya
untuk melindungi
orang lain adalah justru orang yang sangat butuh
seseorang untuk
melindunginya?
*
Tahukah anda* kalau tiga hal yang paling sulit untuk
diungkapkan adalah :
Aku cinta kamu, maaf dan tolong aku
*
Tahukah anda* kalau orang yang suka berpakaian *warna
merah* lebih yakin
kepada dirinya sendiri?
*
Tahukah anda* kalau orang yang suka berpakaian *kuning
* adalah orang yang
menikmati kecantikannya sendiri?
*
Tahukah anda * kalau orang yang suka berpakaian *hitam
*adalah orang yang
ingin tidak diperhatikan dan butuh bantuan dan
pengertian anda?
*
Tahukah anda * kalau anda menolong seseorang,
pertolongan tersebut
dikembalikan dua kali lipat?
*
Tahukah anda* bahwa lebih mudah mengatakan perasaan
anda dalam tulisan
dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara
langsung? Tapi tahukah
anda bahwa hal tsb akan lebih bernil ai saat anda
mengatakannya dihadapan
orang tsb?
*
Tahukah anda* kalau anda memohon sesuatu dengan
keyakinan, keinginan anda
tsb pasti dikabulkan?
*
Tahukah anda* bahwa anda bisa mewujudkan impian anda,
spt jatuh cinta,
menjadi kaya, selalu sehat, jika anda memintanya dengan
keyakinan, dan
jika anda benar2 tahu, anda akan terkejut dengan apa
yang bisa anda
lakukan.
*
Tapi jangan percaya semua yang saya katakan* , sebelum
anda mencobanya
sendiri, jika anda tahu seseorang yang benar2 butuh
sesuatu yg saya
sebutkan diatas, dan anda tahu anda bisa menolongnya,
anda akan melihat
bahwa pertolongan tsb akan dikembalikan dua kali lipat.
^.^
jangan pernah menyia-nyiakan sesuatu baik waktu, orang2, atau apapun itu yang pernah dan sedang ada dalam hidup mu, tetap lah berfikir positif, tenang dan ingatlah selalu bahwa Tuhan itu ada.
peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun,
hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik
bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.
Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi
waktu denganku."
Peter: "Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua
saja yang tidak punya pasangan sekarang."
(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)
Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?"
Peter: "Eh? permainan apaan?"
Tina: "Eng... gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi
pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?"
Peter: "Baiklah.... lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan
ke depan."
Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... semangat dong! hari ini akan
jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"
Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen
deh. katanya film itu bagus"
Tina: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke
karaoke ya...
ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."
Peter : "Boleh juga..."
(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang
malam harinya)
Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe,
suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati
mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah
kalung perak berliontin bintang untuk Tina.
Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat
Peter.
Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli
sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di
foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai
berpegangan tangan untuk pertama kalinya.
Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena
tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina
dengan lembut.
Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan diri,
langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka
duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan
suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan
melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.
Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan
kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam
hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu
menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang
tahunnya.
Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan
mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear
untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.
Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.. Tina
penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya
mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang", kemudian peramal itu
meneteskan air mata.
Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi
karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan
berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya
pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan
mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.
Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana.
Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.
15:20 pm
Tina: "Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar."
Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu
mau minum apa?"
Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari
ini. Sebentar ya"
Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta
selalu macet.
15:30 pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah
panik.
Peter : "Ada apa pak?"
Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu
adalah temanmu"
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak
tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.
Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.
23:53 pm
Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih
bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan
surat ini dalam kantung bajunya."
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia
segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi
terlihat damai.
Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan
erat.
Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat
dalam di hatinya.
Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.
Dear Peter...
ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,
tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi
sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang
hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh
malam itu di pantai,
Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi
kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur
hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.
23:58
Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat
meniup lilin ulang tahunku?
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya..
Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99
hari!
Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!
Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku
kesepian!
Tina, Aku sayang kamu...!"
Jam dinding berdentang 12 kali.... jantung Tina berhenti berdetak.
Hari itu adalah hari ke 100...
Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
pernah kembali lagi.
*Dear Friends* ,
*
Tahukah anda* kalau orang yang kelihatan begitu tegar
hatinya, adalah orang
yang sangat lemah dan butuh pertolongan?
*
Tahukah anda* kalau orang yang menghabiskan waktunya
untuk melindungi
orang lain adalah justru orang yang sangat butuh
seseorang untuk
melindunginya?
*
Tahukah anda* kalau tiga hal yang paling sulit untuk
diungkapkan adalah :
Aku cinta kamu, maaf dan tolong aku
*
Tahukah anda* kalau orang yang suka berpakaian *warna
merah* lebih yakin
kepada dirinya sendiri?
*
Tahukah anda* kalau orang yang suka berpakaian *kuning
* adalah orang yang
menikmati kecantikannya sendiri?
*
Tahukah anda * kalau orang yang suka berpakaian *hitam
*adalah orang yang
ingin tidak diperhatikan dan butuh bantuan dan
pengertian anda?
*
Tahukah anda * kalau anda menolong seseorang,
pertolongan tersebut
dikembalikan dua kali lipat?
*
Tahukah anda* bahwa lebih mudah mengatakan perasaan
anda dalam tulisan
dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara
langsung? Tapi tahukah
anda bahwa hal tsb akan lebih bernil ai saat anda
mengatakannya dihadapan
orang tsb?
*
Tahukah anda* kalau anda memohon sesuatu dengan
keyakinan, keinginan anda
tsb pasti dikabulkan?
*
Tahukah anda* bahwa anda bisa mewujudkan impian anda,
spt jatuh cinta,
menjadi kaya, selalu sehat, jika anda memintanya dengan
keyakinan, dan
jika anda benar2 tahu, anda akan terkejut dengan apa
yang bisa anda
lakukan.
*
Tapi jangan percaya semua yang saya katakan* , sebelum
anda mencobanya
sendiri, jika anda tahu seseorang yang benar2 butuh
sesuatu yg saya
sebutkan diatas, dan anda tahu anda bisa menolongnya,
anda akan melihat
bahwa pertolongan tsb akan dikembalikan dua kali lipat.
^.^
Kebesaran Jiwa Seorang Ibu
Kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil di Taiwan, Dan sempat dipublikasikan lewat media cetak dan electronic.
Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Dia anak yg cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah di promosikan ke posisi manager. Gaji-nya pun lumayan.
Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor. Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be.
Dirumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit dibagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting. Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be.
Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutin layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur, cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu2-nya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain. Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya. Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. “Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan.” jawab A be.
Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu. Tentu saja Ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya. Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali).
Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan dirumah. Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari Ibunya, A be melihat sebuah box kecil. Didalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah. Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun.
Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya. Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa di bendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang Ibu-pun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. ” Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit lagi”.
Setelah ibunya sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja kesupermarket. Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini kedalam media cetak dan elektronik.
Teman2 yang masih punya Ibu (Mama atau Mami) di rumah, biar bagaimanapun kondisinya, segera bersujud di hadapannya. Selagi masih ada waktu. Jangan sia-sia kan budi jasa ibu selama ini yang merawat dan membesarkan kita tanpa pamrih. kasih seorang ibu sungguh mulia.
Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Dia anak yg cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah di promosikan ke posisi manager. Gaji-nya pun lumayan.
Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor. Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be.
Dirumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit dibagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting. Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be.
Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutin layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur, cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu2-nya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain. Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya. Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. “Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan.” jawab A be.
Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu. Tentu saja Ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya. Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali).
Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan dirumah. Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari Ibunya, A be melihat sebuah box kecil. Didalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah. Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun.
Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya. Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa di bendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang Ibu-pun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. ” Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit lagi”.
Setelah ibunya sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja kesupermarket. Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini kedalam media cetak dan elektronik.
Teman2 yang masih punya Ibu (Mama atau Mami) di rumah, biar bagaimanapun kondisinya, segera bersujud di hadapannya. Selagi masih ada waktu. Jangan sia-sia kan budi jasa ibu selama ini yang merawat dan membesarkan kita tanpa pamrih. kasih seorang ibu sungguh mulia.
Cinta Seekor Kadal
Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang.
Ketika sedang merenovasi
sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan
tembok.
Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong
diantara tembok yang terbuat
dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia
menemukan seekor kadal
terperangkap diantara ruang kosong itu karena
kakinya melekat pada sebuah
paku. Dia merasa kasihan sekaligus penasaran.
Lalu ketika dia mengecek paku
itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu 10
tahun lalu ketika rumah itu
pertama kali dibangun.
Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat
bertahan dengan kondisi
terperangkap selama 10 tahun?
Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa
bergerak sedikitpun, itu adalah
sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.
Orang itu lalu berpikir,
bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama
10 tahun tanpa berpindah
dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku
itu!
Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan
memperhatikan kadal itu, apa
yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga
dapat bertahan. kemudian,
tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain
muncul dengan makanan di
mulutnya .... astaga!!
Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata
ada seekor kadal lain
yang selalu memperhatikan kadal yang
terperangkap itu selama 10 tahun.
Sungguh ini sebuah cinta...cinta yang indah. Cinta
dapat terjadi bahkan pada
hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. apa
yang dapat dilakukan oleh
cinta? tentu saja sebuah keajaiban. Bayangkan,
kadal itu tidak pernah
menyerah dan tidak pernah berhenti
memperhatikan pasangannya selama 10
tahun. bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu
dapat memiliki karunia yang
begitu menganggumkan. Saya tersentuh ketika
mendengar cerita ini. Lalu saya
mulai berpikir tentang hubungan yang terjalin
antara keluarga, teman,
saudara lelaki, saudara perempuan.....Berusahalah
semampumu untuk tetap
dekat dengan orang-orang yang kita kasihi.
Jangan Pernah Mengabaikan Orang Yang Anda
Kasihi!
Ketika sedang merenovasi
sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan
tembok.
Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong
diantara tembok yang terbuat
dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia
menemukan seekor kadal
terperangkap diantara ruang kosong itu karena
kakinya melekat pada sebuah
paku. Dia merasa kasihan sekaligus penasaran.
Lalu ketika dia mengecek paku
itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu 10
tahun lalu ketika rumah itu
pertama kali dibangun.
Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat
bertahan dengan kondisi
terperangkap selama 10 tahun?
Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa
bergerak sedikitpun, itu adalah
sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.
Orang itu lalu berpikir,
bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama
10 tahun tanpa berpindah
dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku
itu!
Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan
memperhatikan kadal itu, apa
yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga
dapat bertahan. kemudian,
tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain
muncul dengan makanan di
mulutnya .... astaga!!
Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata
ada seekor kadal lain
yang selalu memperhatikan kadal yang
terperangkap itu selama 10 tahun.
Sungguh ini sebuah cinta...cinta yang indah. Cinta
dapat terjadi bahkan pada
hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. apa
yang dapat dilakukan oleh
cinta? tentu saja sebuah keajaiban. Bayangkan,
kadal itu tidak pernah
menyerah dan tidak pernah berhenti
memperhatikan pasangannya selama 10
tahun. bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu
dapat memiliki karunia yang
begitu menganggumkan. Saya tersentuh ketika
mendengar cerita ini. Lalu saya
mulai berpikir tentang hubungan yang terjalin
antara keluarga, teman,
saudara lelaki, saudara perempuan.....Berusahalah
semampumu untuk tetap
dekat dengan orang-orang yang kita kasihi.
Jangan Pernah Mengabaikan Orang Yang Anda
Kasihi!
Antara SUKA, SAYANG, dan CINTA
Saat kau MENYUKAI seseorang,kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri
Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri
Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu
Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku menciummu?”
Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku memelukmu?”
Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya…
SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata “Sudahlah, jangan menangis.”
SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata,”Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama.”
SUKA adalah saat kau melihatnya dari penampilan luarnya dan bukan karena hatinya.
SAYANG adalah saat kau melihatnya, kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan dari matamu.
CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, “Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku..
Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.
Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu, kau akan berkata, “Tak apa dia hanya tak tahu apa yang dia lakukan.”
Pada saat kau SUKA padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus…
SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan
SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan
CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimanapun keadaannya
SUKA adalah hal yang menuntut
SAYANG adalah hal memberi dan menerima
CINTA adalah hal yang memberi dengan rela
nb.
teman.teman, tahukah apa yg kini tengah kalian rasakan?
mengertikah kalian dengan keadaan yg tengah kalian alami?
Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri
Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu
Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku menciummu?”
Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku memelukmu?”
Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya…
SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata “Sudahlah, jangan menangis.”
SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata,”Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama.”
SUKA adalah saat kau melihatnya dari penampilan luarnya dan bukan karena hatinya.
SAYANG adalah saat kau melihatnya, kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan dari matamu.
CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, “Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku..
Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.
Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu, kau akan berkata, “Tak apa dia hanya tak tahu apa yang dia lakukan.”
Pada saat kau SUKA padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus…
SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan
SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan
CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimanapun keadaannya
SUKA adalah hal yang menuntut
SAYANG adalah hal memberi dan menerima
CINTA adalah hal yang memberi dengan rela
nb.
teman.teman, tahukah apa yg kini tengah kalian rasakan?
mengertikah kalian dengan keadaan yg tengah kalian alami?
Berserah
Seorang anak kecil sedang bermain sendirian dengan mainannya. Sedang asyik-asyiknya bermain tiba-tiba mainannya itu rusak. Dia mencoba untuk mebetulkannya sendiri, tapi rupanya usahanya itu dari tadi sia sia saja. Maka dia mendatangi ayahnya untuk minta ayahnya itu yang membetulkannya.
Tapi sambil memperhatikan ayahnya dia terus memberikan instruksi kepada ayahnya, "Ayah, coba lihat bagian sebelah kiri, mungkin di situ kerusakannya." Ayahnya menurutinya, tapi ternyata belum betul juga mainannya.
Maka dia memberi komentar lagi," Oh, bukan di situ Yah, mungkin yang sebelah kanan, coba lihat lagi deh Yah." Kali ini ayahnya juga menurutinya, tapi lagi-lagi mainannya itu belum betul.
"Kalau begitu coba yang di bagian depan Yah, kali aja masalahnya ada di situ." Kali ini ayahnya marah," Sudah, kalau kamu memang bisa, mengapa tidak kamu kerjakan sendiri saja? Jangan ganggu Ayah lagi. Ayah banyak kerjaan lain."
Tapi setelah dia mencoba beberapa saat untuk membetulkan sendiri dan masih belum berhasil, maka akhirnya dia kembali kepada ayahnya sambil merengek. "Tolonglah Yah, aku suka sekali mainan ini, kalau rusak begini bagaimana? Tolong Ayah betulkan supaya bisa jalan lagi ya"
Karena tidak tega mendengar rengekan anaknya, si ayah akhirnya menyerah," Baiklah Nak. Ayah akan membetulkan mainanmu asal kamu berjanji tidak boleh memberitahu Ayah apa yang harus dilakukan. Kamu duduk saja dan perhatikan Ayah bekerja. Tidak boleh mencela."
Ketika ayahnya sedang memperbaiki mainannya, si anak mulai berkomentar lagi," Jangan yang itu Yah, kayaknya bagian lain yang rusak."
Tapi kali ini ayahnya berkata, " Kalau kamu berkomentar lagi, mainan ini akan ayah lepaskan dan silahkan kamu berusaha sendiri." Akhirnya karena takut ayahnya akan benar-benar melakukan apa yang dikatakannya, anak itu diam dan duduk manis melihat ayahnya membetulkan mainannya sampai bisa berjalan lagi tanpa mengeluarkan komentar apa pun.
Seperti anak kecil itu, kita pun sering kali berserah kepada Tuhan tapi masih ingin mengatur Tuhan bagaimana sebaiknya jalan hidup kita. Bila kita sungguh-sungguh pasrah kepada kehendak Tuhan, maka niscaya Tuhan yang adalah Maha Tahu dan sangat mencintai kita akan melakukan yang terbaik, lebih dari apa yang bisa kita pikirkan dan doakan, sesuai dengan kehendak-Nya.
Biarlah Tuhan menjadi Tuhan, banyak manusia mengalami kegagalan dan ketidak seimbangan dalam hidup, karena sering mengambil alih pekerjaan Tuhan.
Tapi sambil memperhatikan ayahnya dia terus memberikan instruksi kepada ayahnya, "Ayah, coba lihat bagian sebelah kiri, mungkin di situ kerusakannya." Ayahnya menurutinya, tapi ternyata belum betul juga mainannya.
Maka dia memberi komentar lagi," Oh, bukan di situ Yah, mungkin yang sebelah kanan, coba lihat lagi deh Yah." Kali ini ayahnya juga menurutinya, tapi lagi-lagi mainannya itu belum betul.
"Kalau begitu coba yang di bagian depan Yah, kali aja masalahnya ada di situ." Kali ini ayahnya marah," Sudah, kalau kamu memang bisa, mengapa tidak kamu kerjakan sendiri saja? Jangan ganggu Ayah lagi. Ayah banyak kerjaan lain."
Tapi setelah dia mencoba beberapa saat untuk membetulkan sendiri dan masih belum berhasil, maka akhirnya dia kembali kepada ayahnya sambil merengek. "Tolonglah Yah, aku suka sekali mainan ini, kalau rusak begini bagaimana? Tolong Ayah betulkan supaya bisa jalan lagi ya"
Karena tidak tega mendengar rengekan anaknya, si ayah akhirnya menyerah," Baiklah Nak. Ayah akan membetulkan mainanmu asal kamu berjanji tidak boleh memberitahu Ayah apa yang harus dilakukan. Kamu duduk saja dan perhatikan Ayah bekerja. Tidak boleh mencela."
Ketika ayahnya sedang memperbaiki mainannya, si anak mulai berkomentar lagi," Jangan yang itu Yah, kayaknya bagian lain yang rusak."
Tapi kali ini ayahnya berkata, " Kalau kamu berkomentar lagi, mainan ini akan ayah lepaskan dan silahkan kamu berusaha sendiri." Akhirnya karena takut ayahnya akan benar-benar melakukan apa yang dikatakannya, anak itu diam dan duduk manis melihat ayahnya membetulkan mainannya sampai bisa berjalan lagi tanpa mengeluarkan komentar apa pun.
Seperti anak kecil itu, kita pun sering kali berserah kepada Tuhan tapi masih ingin mengatur Tuhan bagaimana sebaiknya jalan hidup kita. Bila kita sungguh-sungguh pasrah kepada kehendak Tuhan, maka niscaya Tuhan yang adalah Maha Tahu dan sangat mencintai kita akan melakukan yang terbaik, lebih dari apa yang bisa kita pikirkan dan doakan, sesuai dengan kehendak-Nya.
Biarlah Tuhan menjadi Tuhan, banyak manusia mengalami kegagalan dan ketidak seimbangan dalam hidup, karena sering mengambil alih pekerjaan Tuhan.
Semangkok Bakmi
Ada pepatah Tionghoa yang mengatakan:”kecintaan oprang tua tiada batasnya, tetapi kecintaan anak pada orangtua sepanjang tali.” Orang Belanda mengatakan:”anak bicara bahasa Ibu” ini mempunyai arti yang sama seperti pepatah Tionghoa diatas.
Pada malam itu, Sue bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Sue segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.
Pemilik kedai melihat Sue berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu ia berkata “Nona, apakah engkau ingin semangkuk bakmi ?” “Tetapi, aku tidak membawa uang”, jawab Sue dengan malu-malu.
“Tidak apa-apa. Aku akan mentraktirmu”, jawab sang pemilik kedai.”Silakan duduk, aku akan memasakkan bakmi untuk mu”.
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi dengan sepiring sayuran. Sue segera makan beberapa suap dan kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa Nak ?” tany a si pemilik kedai.
“Ah, tidak apa-apa. Aku hanya terharu” jawab Sue sambil mengeringkan air matanya. “Bahkan, seorang yang baru aku kenal pun mau memberi aku semangkuk bakmi !
Tetapi,Ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, langsung mengusir aku dari rumah. Ibu mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Sebaliknya, engkau, orang yang baru aku kenal ternyata begitu peduli dengan keadaanku. Jauh berbeda jika dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” ujar Sue yang ternyata tidak mampu membendung gejolak isi hatinya.
Pemiliki kedai itu, setelah mendengar perkataan Sue, tampak menarik nafas panjang dan kemudian berkata “Nona, mengapa engkau berpikir seperti itu?
Renungkanlah hal ini. Aku hanya memberimu semangkuk bakmi, dan untuk itu engkau pun menjadi sangat terharu. Coba bayangkan, Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu semenjak engkau masih kecil hingga akhirnya beranjak dewasa. Mengapa engkau tidak berterima kasih kepadanya? Malah, engkau bertengkar dengan beliau”.
Sue terhenyak mendengar perkataan tadi. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut ? Untuk semangkuk bakmi dari seseorang yang baru aku kenal,aku begitu berterima kasih. Tetapi kepada Ibuku yang telah memasak selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan,hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengan Ibu”, renung Sue dalam hati.
Sue pun segera menghabiskan bakmi tersebut dengan cepat. Lalu, ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus dia ucapkan kepada Ibunya. Akhirnya ia
memutuskan untuk mengatakan “Ibu, aku minta maaf, aku tahu bahwa aku memang bersalah. Maafkan aku.”
Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ternyata sang Ibu telah mencari Sue ke semua tempat. Ketika ia bertemu dengan Sue, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah
“Sue,cepatlah masuk. Ibu telah menyiapkan makan malam. Segeralah kamu makan makanan itu, akan menjadi dingin jika kamu tidak memakannya sekarang”, ujar sang Ibu sambil tersenyum.
Pada saat itu, Sue tidak dapat menahan air matanya dan ia pun menangis sejadi-jadinya di pangkuan sang Ibu. “Ibu, maafkan aku” kata Sue sambil terisak.
Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk sebuah pertolongan kecil yang diberikan kepada kita.
Tetapi, kepada orang yang sangat dekat kepada kita, khususnya orangtua kita, kita harus ingat bahwa kita hendaknya berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.
Renungankan :
Kita tidak boleh melupakan jasa orangtua kita. Sering kali kita menganggap pengorbanan mereka merupakan suatu proses alami. Tetapi, kasih dan kepedulian orangtua kita adalah sebuah hadiah paling berharga yang diberikan kepada kita sejak kita lahir. Mereka membesarkan kita tanpa
mengharapkan balasan dari kita. Renungkan dan pikirkanlah mengenai hal ini.
Apakah kita sudah menghargai pengorbanan tanpa syarat dari orangtua kita ?
Keemosian yang membahana terlebih kepada orangtua, tak ada guna dan bahkan bisa berakibat fatal. Penyesalan tiada artinya, akibat dari keputusan yang diambil dari balutan rasa emosi. Orangtua ataupun keluarga adalah bagian dari jiwa yang tak mungkin kita rela untuk menyakiti mereka. Cintai dan curahkan kasih dan sayang untuk mereka, seperti kita takkan bertemu mereka esok.
Pada malam itu, Sue bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Sue segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.
Pemilik kedai melihat Sue berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu ia berkata “Nona, apakah engkau ingin semangkuk bakmi ?” “Tetapi, aku tidak membawa uang”, jawab Sue dengan malu-malu.
“Tidak apa-apa. Aku akan mentraktirmu”, jawab sang pemilik kedai.”Silakan duduk, aku akan memasakkan bakmi untuk mu”.
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi dengan sepiring sayuran. Sue segera makan beberapa suap dan kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa Nak ?” tany a si pemilik kedai.
“Ah, tidak apa-apa. Aku hanya terharu” jawab Sue sambil mengeringkan air matanya. “Bahkan, seorang yang baru aku kenal pun mau memberi aku semangkuk bakmi !
Tetapi,Ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, langsung mengusir aku dari rumah. Ibu mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Sebaliknya, engkau, orang yang baru aku kenal ternyata begitu peduli dengan keadaanku. Jauh berbeda jika dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” ujar Sue yang ternyata tidak mampu membendung gejolak isi hatinya.
Pemiliki kedai itu, setelah mendengar perkataan Sue, tampak menarik nafas panjang dan kemudian berkata “Nona, mengapa engkau berpikir seperti itu?
Renungkanlah hal ini. Aku hanya memberimu semangkuk bakmi, dan untuk itu engkau pun menjadi sangat terharu. Coba bayangkan, Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu semenjak engkau masih kecil hingga akhirnya beranjak dewasa. Mengapa engkau tidak berterima kasih kepadanya? Malah, engkau bertengkar dengan beliau”.
Sue terhenyak mendengar perkataan tadi. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut ? Untuk semangkuk bakmi dari seseorang yang baru aku kenal,aku begitu berterima kasih. Tetapi kepada Ibuku yang telah memasak selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan,hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengan Ibu”, renung Sue dalam hati.
Sue pun segera menghabiskan bakmi tersebut dengan cepat. Lalu, ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus dia ucapkan kepada Ibunya. Akhirnya ia
memutuskan untuk mengatakan “Ibu, aku minta maaf, aku tahu bahwa aku memang bersalah. Maafkan aku.”
Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ternyata sang Ibu telah mencari Sue ke semua tempat. Ketika ia bertemu dengan Sue, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah
“Sue,cepatlah masuk. Ibu telah menyiapkan makan malam. Segeralah kamu makan makanan itu, akan menjadi dingin jika kamu tidak memakannya sekarang”, ujar sang Ibu sambil tersenyum.
Pada saat itu, Sue tidak dapat menahan air matanya dan ia pun menangis sejadi-jadinya di pangkuan sang Ibu. “Ibu, maafkan aku” kata Sue sambil terisak.
Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk sebuah pertolongan kecil yang diberikan kepada kita.
Tetapi, kepada orang yang sangat dekat kepada kita, khususnya orangtua kita, kita harus ingat bahwa kita hendaknya berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.
Renungankan :
Kita tidak boleh melupakan jasa orangtua kita. Sering kali kita menganggap pengorbanan mereka merupakan suatu proses alami. Tetapi, kasih dan kepedulian orangtua kita adalah sebuah hadiah paling berharga yang diberikan kepada kita sejak kita lahir. Mereka membesarkan kita tanpa
mengharapkan balasan dari kita. Renungkan dan pikirkanlah mengenai hal ini.
Apakah kita sudah menghargai pengorbanan tanpa syarat dari orangtua kita ?
Keemosian yang membahana terlebih kepada orangtua, tak ada guna dan bahkan bisa berakibat fatal. Penyesalan tiada artinya, akibat dari keputusan yang diambil dari balutan rasa emosi. Orangtua ataupun keluarga adalah bagian dari jiwa yang tak mungkin kita rela untuk menyakiti mereka. Cintai dan curahkan kasih dan sayang untuk mereka, seperti kita takkan bertemu mereka esok.
Kebohongan Seorang Ibu
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini,makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar”
——– KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan.Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera.Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan.Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan”
——— KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku,ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup.Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku,melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api.Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.”Ibu tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek”
——— KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam.Ketika bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku.Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!”
——– KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil.Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta”
——–KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit”
——–KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasia di sebuah perusahaan.Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa”
——–KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta.Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan.Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering.Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan”
——–KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih ibu ! ”
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita?
Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian.
Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita.
Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum?Apakah ini benar?
Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi.Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik.Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar”
——– KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan.Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera.Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan.Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan”
——— KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku,ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup.Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku,melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api.Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.”Ibu tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek”
——— KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam.Ketika bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku.Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!”
——– KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil.Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta”
——–KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit”
——–KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasia di sebuah perusahaan.Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa”
——–KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta.Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan.Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering.Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan”
——–KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih ibu ! ”
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita?
Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian.
Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita.
Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum?Apakah ini benar?
Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi.Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik.Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.
Keterbatasan Menjadi Tak terbatas
hmm.
ni note kudapat waktu lg nyari2 soal2 ulangan wktu kelas X tepatnya dalam map kuning punyaku..
selamat membaca !
ada sebuah kisah tentang lilin kecil yang sedang dibawa oleh seorang pria yang menaiki menara yang cukup tinggi..
dalam perjalanan menaiki menara tersebut,si lilin kecil bertanya kepada pria yang membawanya.
"kita hendak ke mana?"
"kita akan naik lebih tinggi dan memberi petunjuk kepada kapal-kapal besar yang berada di tengah-tengah lautan yang luas." jawab pria tersebut.
"apa? mana mungkin aku bisa memberi petunjuk kepada kapal-kapal besar dengan cahayaku yang sangat kecil? kapal-kapal tersebut tidak mungkin bisa melihat cahayaku."kata si lilin kecil.
"itu bukan urusan mu. yang harus engkau lakukan ialah tetap menyala dan urusan selanjutnya ialah urusanku."jawab pria itu.
tidak berapa lama, sampailah mereka di puncak menara tersebut. di sana terdapat lampu yang sangat besar dengan kaca pemantul di bagian belakangnya.
pria itu menyalakan lampu besar itu dengan memakai nyala lemah si lilin.
apa yang terjadi ?
dalam sekejap, tempat itu memantulkan sinar yang terang benderang sehingga kapal-kapal yang ada di tengah laut melihat cahayanya.
pesan dari kisah ini yang paling luar biasa adalah mengenai keberadaan dan keterbatasan kita..
memang kita tidak akan sanggup untuk melakukan sesuatu yang berarti. tapi satu hal yang perlu kita ingat, hidup kita itu seperti LILIN DI TANGAN PRIA YANG PERKASA !!!
ingatlah selalu bahwa SATU ditambah TAK TERHINGGA menjadi TAK TERHINGGA. SATU dikali TAK TERHINGGA menjadi TAK TERHINGGA.
KETERBATASAN kita menjadi TIDAK TERBATAS jika dilakukan bersama Tuhan yang TIDAK TERBATAS..
ni note kudapat waktu lg nyari2 soal2 ulangan wktu kelas X tepatnya dalam map kuning punyaku..
selamat membaca !
ada sebuah kisah tentang lilin kecil yang sedang dibawa oleh seorang pria yang menaiki menara yang cukup tinggi..
dalam perjalanan menaiki menara tersebut,si lilin kecil bertanya kepada pria yang membawanya.
"kita hendak ke mana?"
"kita akan naik lebih tinggi dan memberi petunjuk kepada kapal-kapal besar yang berada di tengah-tengah lautan yang luas." jawab pria tersebut.
"apa? mana mungkin aku bisa memberi petunjuk kepada kapal-kapal besar dengan cahayaku yang sangat kecil? kapal-kapal tersebut tidak mungkin bisa melihat cahayaku."kata si lilin kecil.
"itu bukan urusan mu. yang harus engkau lakukan ialah tetap menyala dan urusan selanjutnya ialah urusanku."jawab pria itu.
tidak berapa lama, sampailah mereka di puncak menara tersebut. di sana terdapat lampu yang sangat besar dengan kaca pemantul di bagian belakangnya.
pria itu menyalakan lampu besar itu dengan memakai nyala lemah si lilin.
apa yang terjadi ?
dalam sekejap, tempat itu memantulkan sinar yang terang benderang sehingga kapal-kapal yang ada di tengah laut melihat cahayanya.
pesan dari kisah ini yang paling luar biasa adalah mengenai keberadaan dan keterbatasan kita..
memang kita tidak akan sanggup untuk melakukan sesuatu yang berarti. tapi satu hal yang perlu kita ingat, hidup kita itu seperti LILIN DI TANGAN PRIA YANG PERKASA !!!
ingatlah selalu bahwa SATU ditambah TAK TERHINGGA menjadi TAK TERHINGGA. SATU dikali TAK TERHINGGA menjadi TAK TERHINGGA.
KETERBATASAN kita menjadi TIDAK TERBATAS jika dilakukan bersama Tuhan yang TIDAK TERBATAS..
Membopong Sampai Tua
Pada hari pernikahanku,aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yg cuma berkamar satu. Sahabat2ku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu2.
Ini kejadian 10 tahun yg lalu. Hari2 selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening: Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut.
Ia adalah pegawai sipil. setiap pagi kami berangkat kerja bersama2 dan sampai dirumah juga pada waktu yg bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak kusangka2.
Dee hadir dalam kehidupanku. Waktu itu adalah hari yg cerah. Aku berdiri di balkon. dengan Dee yg sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. ini adalah apartment yg kubelikan untuknya. Dee berkata , "kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis. "
Kata2nya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu,begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis. "
Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu2. Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dee dan berkata, "kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?. Aku ada sedikit urusan dikantor" Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin.
Bagaimanapun,aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya,ia adalah seorang istri yg baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama2.
Atau, Aku akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dee. Ini adalah hiburan bagiku. Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "seandainya kita bercerai, apa yg akan kau lakukan? " Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh dari ia. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.
Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dee baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia.. Ia kelihatan sedikit kecurigaan Ia berusaha tersenyum pada bawahan2ku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.
Sekali lagi, Dee berkata padaku,"ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu2 lagi.
Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya,"Ada sesuatu yg harus kukatakan" Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba2 aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir. "aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang. Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata2ku, tapi ia bertanya secara lembut,"kenapa?" "Aku serius. " Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku, "Kamu bukan laki2!" .
Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis.. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dee.
Dengan perasaan yg amat bersalah, Aku menuliskan surat perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian.. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yg telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yg telah kuucapkan.
Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku,dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh2 telah terjadi ..
Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali.
Ia menuliskan syarat2 dari perceraiannya : ia tidak menginginkan apapun dariku, tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya,dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana : Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.
Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya,"apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita? Pertanyaan ini tiba2 mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku dilenganmu", katanya,
"jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongkuku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu. "Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.
Aku memberitahukan Dee soal syarat2 perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yg ia lakukan,ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh. Kata2nya membuatku merasa tidak enak.
Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami,"wah, papa membopong mama, mesra sekali" Kata2nya membuatku merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku.
Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," mari kita mulai hari ini,jangan memberitahukan pada anak kita."Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.
Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku, Kami begitu dekat sampai2 aku bisa mencium wangi di bajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi.beberapa kerut tampak di wajahnya.
Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "kebun diluar sedang dibongkar.hati2 kalau kamu lewat sana."
Hari keempat,ketika aku membangunkannya,aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku. Bayangan Dee menjadi samar.
Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal,seperti,dimana ia telah menyimpan baju2ku yg telah ia setrika, aku harus hati2 saat memasak, dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat. Aku tidak memberitahu Dee tentang ini.
Aku merasa begitu ringan membopongnya.Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya, "kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang"
Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bias menemukan yg cocok. Lalu ia melihat,"semua pakaianku kebesaran". Aku tersenyum.Tapi tiba2 aku menyadarinya sebab ia semakin kurus itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi , aku merasakan perasaan sakit
Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut. "Pa,sudah waktunya membopong mama keluar" Baginya, melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yg penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur,melewati ruang duduk ke teras Tangannya memegangku secara lembut dan alami. aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.
Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata, “sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua" Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra".
Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga. Dee membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf Dee, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius". Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku."Kamu tidak demam". Kutepiskan tanganya dari dahiku "maaf, Dee, Aku cuma bisa bilang maaf padamu, Aku tidak ingin bercerai.
Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai2 dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu" Dee tiba2 seperti tersadar.
Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dgn kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor.
Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku Penjual bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum, dan menulis : " Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua.."
ini hanya sebuah bahan renungan bagi kita semua..
jangan dengan begitu mudahnya mengambil kesimpulan..
tetap tenang dan berpikir positif..
berpikir negatif hanya akan merusak segalanya..
Ini kejadian 10 tahun yg lalu. Hari2 selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening: Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut.
Ia adalah pegawai sipil. setiap pagi kami berangkat kerja bersama2 dan sampai dirumah juga pada waktu yg bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak kusangka2.
Dee hadir dalam kehidupanku. Waktu itu adalah hari yg cerah. Aku berdiri di balkon. dengan Dee yg sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. ini adalah apartment yg kubelikan untuknya. Dee berkata , "kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis. "
Kata2nya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu,begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis. "
Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu2. Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dee dan berkata, "kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?. Aku ada sedikit urusan dikantor" Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin.
Bagaimanapun,aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya,ia adalah seorang istri yg baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama2.
Atau, Aku akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dee. Ini adalah hiburan bagiku. Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "seandainya kita bercerai, apa yg akan kau lakukan? " Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh dari ia. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.
Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dee baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia.. Ia kelihatan sedikit kecurigaan Ia berusaha tersenyum pada bawahan2ku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.
Sekali lagi, Dee berkata padaku,"ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu2 lagi.
Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya,"Ada sesuatu yg harus kukatakan" Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba2 aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir. "aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang. Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata2ku, tapi ia bertanya secara lembut,"kenapa?" "Aku serius. " Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku, "Kamu bukan laki2!" .
Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis.. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dee.
Dengan perasaan yg amat bersalah, Aku menuliskan surat perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian.. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yg telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yg telah kuucapkan.
Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku,dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh2 telah terjadi ..
Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali.
Ia menuliskan syarat2 dari perceraiannya : ia tidak menginginkan apapun dariku, tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya,dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana : Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.
Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya,"apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita? Pertanyaan ini tiba2 mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku dilenganmu", katanya,
"jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongkuku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu. "Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.
Aku memberitahukan Dee soal syarat2 perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yg ia lakukan,ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh. Kata2nya membuatku merasa tidak enak.
Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami,"wah, papa membopong mama, mesra sekali" Kata2nya membuatku merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku.
Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," mari kita mulai hari ini,jangan memberitahukan pada anak kita."Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.
Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku, Kami begitu dekat sampai2 aku bisa mencium wangi di bajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi.beberapa kerut tampak di wajahnya.
Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "kebun diluar sedang dibongkar.hati2 kalau kamu lewat sana."
Hari keempat,ketika aku membangunkannya,aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku. Bayangan Dee menjadi samar.
Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal,seperti,dimana ia telah menyimpan baju2ku yg telah ia setrika, aku harus hati2 saat memasak, dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat. Aku tidak memberitahu Dee tentang ini.
Aku merasa begitu ringan membopongnya.Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya, "kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang"
Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bias menemukan yg cocok. Lalu ia melihat,"semua pakaianku kebesaran". Aku tersenyum.Tapi tiba2 aku menyadarinya sebab ia semakin kurus itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi , aku merasakan perasaan sakit
Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut. "Pa,sudah waktunya membopong mama keluar" Baginya, melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yg penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur,melewati ruang duduk ke teras Tangannya memegangku secara lembut dan alami. aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.
Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata, “sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua" Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra".
Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga. Dee membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf Dee, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius". Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku."Kamu tidak demam". Kutepiskan tanganya dari dahiku "maaf, Dee, Aku cuma bisa bilang maaf padamu, Aku tidak ingin bercerai.
Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai2 dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu" Dee tiba2 seperti tersadar.
Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dgn kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor.
Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku Penjual bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum, dan menulis : " Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua.."
ini hanya sebuah bahan renungan bagi kita semua..
jangan dengan begitu mudahnya mengambil kesimpulan..
tetap tenang dan berpikir positif..
berpikir negatif hanya akan merusak segalanya..
Kata-Kata Bijak tentang CINTA
Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi
Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.
Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”
Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.
Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.
Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.
Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.
Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka
Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.
Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya
Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.
Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.
Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. (Dale Carnagie)
Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.
Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”
Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.
Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.
Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.
Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.
Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka
Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.
Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya
Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.
Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.
Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. (Dale Carnagie)
Langganan:
Komentar (Atom)